Program Food Estate Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional dan Sejahterakan Petani

Oleh Liputan6.com pada 01 Jul 2020, 13:28 WIB
Diperbarui 01 Jul 2020, 15:39 WIB
Seorang petani tengah memanen padi organik varites mentik wangi di Cingebul Kecamatan Lumbir, Banyumas. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Perbesar
Seorang petani tengah memanen padi organik varites mentik wangi di Cingebul Kecamatan Lumbir, Banyumas. (Foto: Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Jakarta - Program Food Estate diyakini akan mewujudkan ketahanan pangan nasional sekaligus mendukung upaya pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraan petani.

Keyakinan ini semakin menguat dengan komitmen pemerintah dalam pembangunan proyek yang diproyeksikan jadi lumbung pangan baru di Indonesia ini,

Komitmen pemerintah ini disampaikan oleh Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat meninjau Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng), Sabtu pekan lalu. Airlangga hadir untuk melihat langsung proyek food estate di Kalteng dengan didampingi oleh Menteri Agraria dan Tata Ruang (ATR)/Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil

Menko Airlangga mengatakan, Desa Belanti Siam merupakan bagian dari rencana pemerintah yang tengah merencanakan pembangunan food estate atau kawasan pertanian modern di beberapa wilayah di Provinsi Kalimantan Tengah.

“Pemerintah berkomitmen untuk terus bergerak menjadikan kawasan ini sebagai lumbung padi nasional,” ujar Airlangga.

Sementara itu pelaku bisnis Agro Andri Cahyadi menilai, program food estate yang dicanangkan pemerintah ini mampu mewujudkan dan mendukung ketahanan pangan nasional.

Dia pun sudah memberikan project percontohan yang dibuatnya di Kecamaran Pandih Batu Pulang Pisau yang akan menjadi prototipe program food estate tersebut. Andri juga menilai food estate juga nantinya akan berdampak positif pada petani lokal, terutama dalam hal kesejahteraan.

"Melalui food estate diharapkan akan menjadi sentra industrialisasi pangan terpadu dan target income perkapita rakyat disana dengan target 5000 dollar per tahun per keluarga bukan lagi suatu angan angan namun akan segera terwujudkan," kata Andri.

Pria yang juga pegiat lingkungan ini juga nanti akan mendorong masyarakat, terutama di Kalimantan Tengah agar mau bertransmigrasi mendukung program food estate.

"Kami pengusaha agro di Kalimantan Tengah mendukung program food estate. Kami juga bangga menjadi petani yang mampu mewujudkan ketahanan pangan nasional," ungkapnya.

2 dari 3 halaman

Pertanian Modern

Refleksi Akhir Masa Jabatan Anggota MPR, DPR, dan DPD
Perbesar
Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto memberikan paparan dalam acara Dialog Refleksi Akhir Masa Jabatan Anggota MPR, DPR, dan DPD RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (10/9/2019). Dialog membahas capaian kinerja DPR, MPR, dan DPD periode 2014-2019. (Liputan6.com/JohanTallo)

Sekadar informasi, pemerintah tengah merencanakan pembangunan food estate atau kawasan pertanian modern di beberapa wilayah di Provinsi Kalimantan Tengah. Pemerintah juga berkomitmen untuk terus bergerak menjadikan kawasan tersebut menjadi lumbung padi nasional.

“Pemerintah akan mendorong pertanian di wilayah Kalimantan Tengah ini, khususnya Kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas yang akan menjadi lumbung padi nasional,” kata Menko Perekonomian Airlangga Hartarto.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓