Buwas Ancam Pecat 100 Pegawai Bulog, Diduga Terlibat Praktik Mafia

Oleh Liputan6.com pada 25 Jun 2020, 15:46 WIB
Diperbarui 25 Jun 2020, 15:52 WIB
Budi Waseso
Perbesar
Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog), Budi Waseso atau Buwas mengatakan ada 100 anak buahnya yang berpotensi dipecat karena berkinerja buruk. Bahkan, mereka juga diduga menjadi bagian dari mafia ditubuh BUMN pangan tersebut.

"Memang potensinya iya (pemecatan). Karena ini orang sulit diubah berpikirnya, dan juga dianggap bagian dari mafia Bulog," ujar Buwas dalam rapat bersama Komisi IV DPR RI di Komplek Parlemen, Kamis (25/6/2020).

Menurutnya aksi pemecatan bagian dari program evaluasi kinerja yang menyasar seluruh pegawai Bulog. Terlebih kesalahan yang dilakukan oleh anak buahnya dianggap fatal.

Bahkan, ia menyebut tindakan ke-100 anak buahnya sudah tidak bisa ditolerir kembali. Sehingga berpotensi membebani kinerja perusahaan jika tindakan pemecatan tidak segera dilakukan.

"Artinya, bukan berarti saya galak. Perusahaan sudah terbebani manusia itu, jadi dibersihkan, kalau tidak nanti bisa jadi penyakit menular," tegas Dirut Bulog.

 

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

Direktur Utama Bulog Budi Waseso mengunjungi Gudang di Kelapa Gading
Perbesar
Direktur Utama Bulog Budi Waseso mengunjungi Gudang di Kelapa Gading (dok: Tira)

Untuk itu, mantan Kabareskrim ini tengah menjalin kerjasama dengan pihak Kepolisian terkait bantuan analisa hukum untuk mendalami dugaan adanya praktek mafia di internal Bulog. Sebab, ia menyebut kinerja para karyawan tidak bisa ditoleransi kembali.

"Perusahaan (Bulog) sudah terbebani manusia itu sampai saat ini. Jadi, harus dibersihkan (pemecatan)," tandasnya.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓