Libatkan TNI, Pemerintah akan Buat Badan Cadangan Pangan Strategis

Oleh Liputan6.com pada 24 Jun 2020, 15:30 WIB
Diperbarui 24 Jun 2020, 15:30 WIB
tni-ilustrasi--130604c.jpg
Perbesar
TNI

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional atau Bappenas berencana akan membentuk badan cadangan pangan secara strategis. Langkah ini ini dilakukan untuk memperkuat sistem ketahanan pangan nasional.

"Bahkan kita mencoba susun sebuah (badan) cadangan strategis pangan yang sedang dipikirkan adalah ada lembaga, badan cadangan pangan strategis nasional," kata Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappena) Suharso Monoarfa, di Komisi XI DPR RI, Jakarta, Rabu (24/5).

Suharso mengatakan badan ini nantinya akan dikelola oleh TNI, mengingat militer memiliki kemampuan dalam mengelola pangan dalam keadaan darurat. Apalagi banyak negara kini memiliki cadangan pangan strategis untuk memenuhi kebutuhan nasional.

"Karena di dunia militer itu, waktu perang ada tiga hal yang harus dimiliki. Bukan hanya amunisi perang tapi sistem kesehatan, makanya punya rumah sakit, dokter dan sebagainya, ketiga, pangan," jelas dia.

Dia berharap rencana untuk memperkuat sistem ketahanan pangan bisa dilakukan mulai tahun depan. Saat ini Pemerintah masih akan mencari lokasi untuk penyimpanan cadangan pangan strategis ini.

2 dari 3 halaman

Cetak Sawah Baru

Kementan
Perbesar
Kementerian Pertanian melalui Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) akan membagikan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) prapanen di 33 provinsi.

Suharso melanjutkan pada tahun depan pemerintah juga menargetkan cetak baru 165 ribu hektare lahan sawah. Dengan ini diharapkan Indonesia akan memiliki ketahanan pangan yang lebih baik, terlebih ketika terjadi kelangkaan bahan pangan saat tidak ada musim panen.

"Sistem ketahanan pangan ini dari konsumsi, produksi, berikan target berapa gabah kering giling. Panen kita itu bergeser Maret-April sama Juli-Agustus. Tapi begitu memasuki Oktober-November sampai Februari melandai sekali, itu karena cuaca," ungkap dia.

"Bagaimana kita bisa punya simpanan pada bulan-bulan itu? Selama ada namanya cadangan beras nasional, berapa yang harus disiapkan? Kalau terjadi lonjakan harga? Apakah kita mesti impor atau tidak? Jadi kami juga desain sistem itu," pungkasnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓