Sistem Rekrutmen PNS Bakal Lebih Fleksibel di Era New Normal

Oleh Athika Rahma pada 24 Jun 2020, 12:06 WIB
Diperbarui 24 Jun 2020, 12:06 WIB
Ragam Ekspresi Para Peserta Tes CPNS
Perbesar
Ekspresi peserta saat mengikuti Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) berbasis Computer Assisted Test (CAT) untuk CPNS Kementerian Agraria Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) di Kantor BKN Regional V, Jakarta, Senin (27/1/2020). Seleksi diikuti 2.162 peserta. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Sistem manajemen kerja PNS di era penyesuaian terhadap pandemi atau New Normal akan mengalami perubahan. Tidak cuma cara kerja yang mengandalkan teknologi, namun perekrutan PNS nantinya bakal dirancang lebih fleksibel dan berbasis talenta.

Plt Deputi SDM Aparatur Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) Teguh Wijinarko menyatakan, sistem perencanaan dan pengadaan PNS perlu diubah menyesuaikan kondisi New Normal.

"Apakah perlu pegawai (PNS) ini sedemikian banyak, atau dengan adanya pandemi kita butuh sedikit saja? Kita perlu ubah sistem perencanaan dan pengadaan ASN. Kita butuh orang spesifik untuk membangun digital government," ujar Teguh dalam Seminar Nasional BKN, Rabu (24/6/2020).

Nantinya, sistem perekrutan PNS tidak akan kaku dan berpatok setiap tahun saja, namun lebih luwes sepanjang tahun. Bahkan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sudah mulai mengusulkan sistem perekrutan ini.

"Sistem ini bahkan sudah mulai diusulkan Kemendikbud. Saya kira kita juga coba akomodir terobosan yang mereka lakukan, tentu kita harus utamakan sistem rekrutmen berbasis talenta," kata Teguh.

 

2 dari 3 halaman

Peningkatan Kompetensi PNS

Hari Pertama Masuk, PNS DKI Jakarta Langsung Aktif Bekerja
Perbesar
Sejumlah Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemprov DKI Jakarta melakukan tugas dinasnya di Balaikota, Jakarta, Senin (10/6/2019). PNS kembali berdinas di masing-masing instansinya pada hari pertama kerja usai libur nasional dan cuti bersama Hari Raya Idul Fitri 1440 H. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Namun begitu, Teguh tidak menjelaskan lebih detail bagaimana sistem rekrutmen berbasis talenta yang dimaksud. Yang jelas, selain sistem seleksi PNS yang berubah, peningkatan kompetensi PNS juga perlu dilakukan.

"Kita butuh ASN yang literasi teknologi informasinya tinggi meskipun kualifikasinya tidak di situ," lanjutnya.

Kemudian, sistem kepelatihan PNS juga akan lebih terinci dan berbasis kemampuan (skill) yang dibutuhkan untuk menunjang pelayanan publik. Demikian pula dengan sistem kompensasi, manajemen talenta dan integrasi data PNS.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓