Bursa Saham AS Melonjak Ditopang Saham Apple Cs

Oleh Arthur Gideon pada 23 Jun 2020, 06:30 WIB
Diperbarui 23 Jun 2020, 06:30 WIB
Wall Street Anjlok Setelah Virus Corona Jadi Pandemi
Perbesar
Director of Trading Floor Operations Fernando Munoz (kanan) saat bekerja dengan pialang Robert Oswald di New York Stock Exchange, AS, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street jatuh ke zona bearish setelah indeks Dow Jones turun 20,3% dari level tertingginya bulan lalu. (AP Photo/Richard Drew)

Liputan6.com, Jakarta - Wall Street kembali menguat pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta), melanjutkan kenaikan yang telah dibukukan pada pekan lalu. Kenaikan bursa saham di Amerika Serikat (AS) ini dipimpin oleh saham-saham perusahaan teknologi.

Mengutip CNBC, Selasa (23/6/2020), indeks saham acuan Dow Jones Industrial Average (DJIA) naik 153,50 poin atau 0,6 persen dan ditutup di angka 26.024,96. Untuk Nasdaq Composite membukukan rekor penutupan tertinggi dengan naik 1,1 persen menjadi 10.056,47. Sedangkan S&P 500 mengakhiri sesi dengan naik 0,7 persen di level 3.117,86.

Rata-rata indeks acuan utama di bursa saham AS mampu terangkat mendekati akhir sesi perdagangan atau menjelang penutupan. Hal tersebut terjadi usai Gubernur Texas Greg Abbott mengatakan kepada wartawan bahwa virus Corona menyebar pada tingkat yang tidak dapat diterima.

Saham Apple melonjak lebih dari 2 persen dan mencapai rekor tertinggi setelah perusahaan tersebut mengumumkan bahwa teknologi iOS terbaru di WorldWide Developers Conference. Selain itu, raksasa teknologi itu juga mengatakan bahwa komputer Mac baru tidak akan lagi menggunakan chip Intel.

Sedangka saham Microsoft naik lebih dari 2 persen menjadi pemimpin penguatan dalam indeks Dow Jones. Saham Amazon naik 1,5 persen, Netflix naik 2,6 persen dan Facebook menambah sedikit keuntungan.

 

2 dari 3 halaman

Saham Ritel dan Penerbangan

Wall Street Anjlok Setelah Virus Corona Jadi Pandemi
Perbesar
Ekspresi spesialis Michael Pistillo (kanan) saat bekerja di New York Stock Exchange, Amerika Serikat, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok pada akhir perdagangan Rabu (11/3/2020) sore waktu setempat setelah WHO menyebut virus corona COVID-19 sebagai pandemi. (AP Photo/Richard Drew)

Saham-saham perusahaan ritel, yang secara langsung terkait dengan pembukaan kembali ekonomi, juga mendapat keuntungan besar pada perdagangan di awal pekan ini. Saham perusahaan Gap naik 8,3 persen sedangkan saham Walmart naik lebih dari 1 persen.

Saham American Airlines, yang juga terkait dengan pemulihan perekonomian, turun 6,8 persen setelah perusahaan mengatakan sedang mencari pembiayaan baru. Saham United juga turun 0,8 persen.

"Investor menggunakan pasar sebagai proksi untuk kembali normal," kata analis dan juga pendiri Bokeh Capital Kim Forrest.

"Jika terlalu banyak orang jatuh sakit, mereka akan menutup bagian-bagian ekonomi dan pasar akan bereaksi kembali." tambah dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓