Corona Tak Tertangani, Angka Pengangguran Bisa Tembus 12,7 Juta Orang

Oleh Liputan6.com pada 22 Jun 2020, 14:20 WIB
Diperbarui 22 Jun 2020, 14:20 WIB
Job Fair
Perbesar
Sejumlah pencari kerja memadati arena Job Fair di kawasan Jakarta, Rabu (27/11/2019). Job Fair tersebut digelar dengan menawarkan lowongan berbagai sektor untuk mengurangi angka pengangguran. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (PPN)/ Bappenas memperkirakan pandemi Corona akan berdampak cukup besar terhadap angka pengangguran nasional. Diperkirakan jumlah angka pengangguran akan meningkat tinggi di 2021 jika pemerintah tidak menanganinya dengan serius.

Menteri PPN/Kepala Bappenas, Suharso Monoarfa mengatakan, jika tekanan ekonomi terus berlanjut sepanjang tahun ini dan terus terjadi hingga 2021, maka jumlah pengangguran pada tahun itu bisa kembali menyentuh double digit. Kondisi ini menjadi buruk di tengah upaya pemerintah yang berusaha menekan angka pengangguran.

"Dikhawatirkan pada 2021 pengangguran sampai 10,7 sampai dengan 12,7 juta orang," kata dia saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI, di Jakarta, Senin (22/6).

Menurutnya angka tersebut jauh lebih tinggi dari catatan pengangguran dikeluarkan oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Februari 2020 yang sudah mencapai 6,88 juta orang. Namun, jika keadaan ini belum membaik sampaik akhir tahun juga di 2021 akan ada penambahan penggangguran sebanyak 4 - 5,5 juta orang.

 

2 dari 3 halaman

Sektor yang Terdampak

Job Fair
Perbesar
Pencari kerja mencari informasi lowongan pekerjaan saat acara Job Fair di kawasan Jakarta, Rabu (27/11/2019). Job Fair tersebut digelar dengan menawarkan lowongan berbagai sektor untuk mengurangi angka pengangguran. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Adapun sektor yang diperkirakan akan banyak mengalami kehilangan pekerja akibat dampak wabah Covid-19 yakni sektor perdagangan, industri manufaktur, konstruksi, jasa perusahaan dan akomodasi, serta makanan dan minuman.

Kendati demikian, dia memperkirakan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada 2020 akan mencapai 8,1-9,2 persen atau jauh di atas dari realisasi 2019 yang mencapai 5,28 persen. Sedangkan pada 2021 diperkirakan mencapai 7,7 hingga 9,1 persen.

"Jadi kita berharap bisa dikembalikan (jumlah penggangguran dan TPT) setidak-tidaknya mendekati sebelum pandemi," ungkap Suharso.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓