Rencana Anies Beri Insentif Pajak Jadi Angin Segar Bagi Pengusaha Jakarta

Oleh Tira Santia pada 18 Jun 2020, 15:30 WIB
Diperbarui 18 Jun 2020, 15:30 WIB
Perlambatan Kredit UMKM
Perbesar
Seorang perajin menyelesaikan pembuatan sepatu di Jakarta, Jumat (17/1/2020). Pengamat menilai perlambatan pertumbuhan kredit usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berpotensi tidak akan berlanjut pada tahun ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Umum DPD HIPPI (Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia) Provinsi DKI Jakarta Sarman Simanjorang, mengapresiasi  dan mendukung penuh inisiatif Pemprov DKI Jakarta yang akan memberikan insentif kepada dunia usaha di Jakarta.

“Ini sebagai bukti bahwa Pemprov mengerti sekali kondisi dan psikologi pengusaha yang sangat tertekan akibat kebijakan PSBB selama hampir 3 bulan yang membuat berbagai sektor usaha tutup berakibat cash flow pengusaha terkoreksi tajam,” kata Sarman kepada Liputan6.com, Kamis (18/6/2020).

Menurutnya berbagai stimulus dan relaksasi yang pihaknya harapkan dari Pemprov DKI Jakarta, seperti keringanan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) bagi pengelola Mall, hotel, apartemen dan perkantoran, dispensasi atas pajak hotel, restoran, tempat hiburan, pajak kendaraan bermotor bagi transportasi online, pajak reklame, penghapusan denda pajak dan berbagai retribusi perizinan.

Ia menyebut Keringanan PBB itu merupakan beban pengusaha di DKI Jakarta. Namun yang mana yang akan di berikan dispensasi semua tergantung dari kebijakan Pemprov DKI Jakarta.

“Kita menyadari bahwa dampak pandemi covid-19 bukan hanya dirasakan pengusaha,namun Pemprov juga mengalami penurunan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang turun sampai 53 persen akibat banyak sektor usaha yangg tutup yang selama ini menjadi salah satu sumber PAD DKI Jakarta.

Maka dengan adanya insentif ini tentu menjadi angin segar dan gairah serta penyemangat bagi pengusaha, untuk menjalankan berbagai aktvitas usahanya sekalipun masih dengan keterbatasan akibat penerapan protokol kesehatan.

2 dari 3 halaman

Serap Tenaga Kerja

Pemberdayaan UMKM dengan KUR Berbunga Rendah
Perbesar
Pekerja menyelesaikan produksi kulit lumpia di rumah industri Rusun Griya Tipar Cakung, Jakarta, Kamis (28/11/2019). Penyediaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan bunga rendah diharapkan dapat menjadi peluang bagi pelaku UMKM dalam mengembangkan bisnis dan daya saing. (merdeka.com/Iqbal Nugroho)

Apalagi dengan dimulainya aktivitas di Jakarta diharapkan akan mampu menyerap tenaga kerja yang dirumahkan,meningkatkan daya beli masyarakat dan pertumbuhan ekonomi Jakarta kuartal II setidaknya tidak turun secara drastis.

“Kami juga mengusulkan kepada pak Gubernur untuk membentuk Tim Gugus Tugas Percepatan Pemulihan Perekonomian Jakarta pasca covid-19 ini, dengan harapan Gugus tugas ini dapat menyusun langkah taktis dan strategis serta blueprint perekonomian Jakarta pasca covid 19 ini,” ujarnya.

Pasalnya, menurut Sarman  Jakarta menjadi barometer terhadap perekonomian nasional dimana ibu kota menyumbang 17 persen dari total perekonomian nasional. 

"Sehingga Gugus Tugas ini diharapkan dapat menyusun berbagai program dan kebijakan untuk mempercepat pertumbuhan perekonomian kota Jakarta," pungkasnya.   

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓