Pandemi Corona Dorong Transformasi Digital di Layanan Publik

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 17 Jun 2020, 10:15 WIB
Diperbarui 17 Jun 2020, 10:15 WIB
Protokol Kesehatan di Kantor Pelayanan Publik
Perbesar
Petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil menggunakan pelindung wajah saat melayani warga di Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Rabu (3/6/2020). Sejumlah kantor pelayanan pemerintah melaksanakan protokol kesehatan yang ketat untuk memutus rantai penyebaran covid-19. (merdeka.com/Arie Basuki)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) menyatakan, wabah virus corona (Covid-19) secara bertahap menuntut pemerintah dan para aparatur sipil negara (ASN) atau PNS untuk menciptakan inovasi serta memberikan layanan secara digital.

Deputi Bidang Pelayanan Publik Kementerian PANRB Diah Natalisa mengatakan, pelayanan tatap muka kini bertransformasi menjadi layanan online atau daring.

"Pandemi memaksa penyelenggara pelayanan untuk mengubah mindset bahwa digitalisasi layanan merupakan solusi dalam akselerasi dan penyederhanaan pelayanan," ujar Diah dalam keterangan tertulis, Rabu (17/6/2020).

Namun, ia mengingatkan, terlepas dari berbagai kemudahan akibat digitalisasi layanan, pemerintah perlu waspada terhadap keamanan siber.

"Hal ini jangan sampai penyelenggaraan layanan online disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab," tegas Diah.

Menurut dia, akibat wabah yang menyerang Indonesia sejak empat bulan lalu ini, anggaran belanja pemerintah juga terjadi penghematan. Masa pandemi ini memaksa pemerintah untuk kreatif dan melakukan efisiensi anggaran dari berbagai sumber tanpa harus mengurangi produktivitas.

"Usaha pemerintah pusat dan daerah dalam penanganan Covid-19 juga memperkuat sinergi dan kolaborasi dari berbagai sektor pemerintahan. Tak hanya pemerintahan, sektor swasta dan masyarakat juga berkolaborasi memerangi wabah ini," ungkap dia.

 

2 dari 3 halaman

Dorong Inovasi dan Kreativitas

Protokol Kesehatan di Kantor Pelayanan Publik
Perbesar
Petugas Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil menggunakan pelindung wajah saat melayani warga di Kecamatan Pamulang, Tangerang Selatan, Rabu (3/6/2020). Sejumlah kantor pelayanan pemerintah melaksanakan protokol kesehatan yang ketat untuk memutus rantai penyebaran covid-19. (merdeka.com/Arie Basuki)

Selama Covid-19 mewabah, banyak tercipta inovasi, kreativitas, dan terobosan yang dilakukan banyak pihak. Selain penerapan teknologi, ada juga inovasi atau terobosan yang muncul dari pendekatan humanis kepada masyarakat.

"Inovasi baru menjadi sebuah kebutuhan," imbuh Diah.

Kementerian PANRB pun berinisiatif untuk memberikan apresiasi bagi pihak yang menciptakan inovasi pelayanan publik penanganan Covid-19. Selain memberikan penghargaan, Kementerian PANRB juga membantu penyebarluasan atau replikasi inovasi tersebut ke berbagai daerah.

Penghimpunan inovasi ini bertujuan untuk mendapatkan basis data inovasi Covid-19 yang memenuhi syarat dan kriteria sehingga dapat menjadi pembelajaran dan tukar-menukar pengetahuan, baik pada level nasional maupun internasional.

Untuk memutus rantai penyebaran Covid-19, Diah melanjutkan, pemerintah juga memberlakukan skema work from home (WFH) bagi ASN. Pegawai tidak perlu hadir di kantor, tetapi tetap bisa terhubung dengan pemanfaatan teknologi.

"Terlepas dari konteks pekerjaan, pelaksanaan WFH juga berdampak pada pengurangan kemacetan dan mengurangi polusi udara," pungkas dia.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓