Untung Rp 21,7 Triliun, Astra International Bagi Deviden Rp 8,6 Triliun

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 16 Jun 2020, 11:30 WIB
Diperbarui 16 Jun 2020, 11:30 WIB
Astra
Perbesar
Menara Astra International. ©2019 Merdeka.com

Liputan6.com, Jakarta - PT Astra International Tbk menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2020 serta menyetujui penggunaan laba bersih konsolidasian perseroan untuk tahun buku yang berakhir pada 31 Desember 2019 sebesar Rp. 21,7 triliun.

Presiden Direktur Astra International Djony Bunarto Tjondro mengatakan, laba bersih senilai Rp 8,66 triliun atau Rp 214 setiap saham dibagikan sebagai dividen tunai.

"Memberikan wewenang kepada Direksi Perseroan untuk melaksanakan pembagian dividen tersebut dan untuk melakukan semua tindakan yang diperlukan," kata Djony dalam siaran press conference online, Selasa (16/6/2020).

Pada pembagian dividen sebesar Rp 8,66 triliun tersebut, termasuk di dalamnya dividen interim sebesar Rp 57 setiap saham, atau seluruhnya berjumlah Rp 2.307.562.528.980 yang telah dibayarkan pada 30 Oktober 2019.

Sehingga sisanya sebesar Rp 157 setiap saham atau seluruhnya berjumlah Rp 6.355.917.842.980 akan dibayarkan pada 10 Juli 2020 kepada pemegang saham perseroan pada 26 Juni 2020 pukul 16:00 WIB.

Djony meneruskan, sisa pendapatan bersih Astra Internasional 2019 yang didapatkan akan disimpan sebagai laba ditahan. "Sisanya sebesar Rp 13.043 triliun dibukukan sebagai laba ditahan perseroan," ujar dia.

2 dari 2 halaman

DIreksi Baru Astra Internasional

Astra Internasional
Perbesar
(Foto: Istimewa)

PT Astra International Tbk pada Selasa (16/6/2020) hari ini mengadakan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) 2020. Perseroan resmi mengangkat Djony Bunarto Tjondro sebagai Presiden Direktur (Presdir) menggantikan Prijono Sugiarto.

Djony Bunarto Tjondro menyampaikan, posisi Prijono Sugiarto akan digeser menjadi Presiden Komisaris Astra International.

"Berdasarkan hasil RUPST 2020, kami mengangkat Djony Bunarto Tjondro sebagai Presiden Direktur, Prijono Sugiarto sebagai Presiden Komisaris," kata Djony dalam sesi teleconference, Selasa (16/6/2020).

Berdasarkan hasil RUPST tersebut, perseroan juga menerima pengunduran diri Muhamad Chatib Basri dan Bapak Akihiro Murakami, keduanya selaku Komisaris Independen.

Sebagai pengganti, Astra International mengangkat Rahmat Waluyanto sebagai Komisaris Independen dan Apinont Suchewaboripont sebagai Komisaris Independen.

Berikut susunan Direksi dan Dewan Komisaris Astra International terhitung sejak ditutupnya RUPST 2020 sampai dengan Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan 2023:

Direksi

Presiden Direktur : Djony Bunarto Tjondro

Direktur : Johannes Loman

Direktur : Suparno Djasmin

Direktur : Chiew Sin CheokDirektur : Gidion Hasan

Direktur : Henry TanotoDirektur : Santosa

Direktur : Gita Tiffani Boer

Direktur : FXL Kesuma

 

Dewan Komisaris

Presiden Komisaris : Prijono Sugiarto

Komisaris Independen : Sri Indrastuti Hadiputranto

Komisaris Independen : Rahmat Waluyanto

Komisaris Independen : Apinont Suchewaboripont

Komisaris : Anthony John Liddell Nightingale

Komisaris : Benjamin William Keswick

Komisaris : Mark Spencer Greenberg

Komisaris : John Raymond Witt

Komisaris : Stephen Patrick Gore

Komisaris : Benjamin Birks

Lanjutkan Membaca ↓

Video Pilihan Hari Ini

BERANI BERUBAH: Diterpa Pandemi, Bule Jualan Mie