Pegawai Bank Mantap Sisihkan Gaji Bantuan Warga Terdampak Corona

Oleh Liputan6.com pada 12 Jun 2020, 16:52 WIB
Diperbarui 12 Jun 2020, 22:10 WIB
Ilustrasi Bank
Perbesar
Ilustrasi Bank

Liputan6.com, Jakarta - Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) berkomitmen untuk terus membangun negeri melalui aktivitas bisnis dan sosial. Terkait hal tersebut, Bank Mantap melalui Program Corporate Social Responsibility (CSR)-nya yaitu Mantap Peduli memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) dan sembako gratis kepada instansi serta masyarakat terdampak pandemi covid-19.

Sebagai bagian dari aksi ini, Bank Mantap berhasil mengumpulkan bantuan secara sukarela oleh seluruh pegawai Bank Mantap sebesar Rp 2,1 miliar.

Dana bantuan tersebut akan dikonversi menjadi APD dengan nominal Rp 1,05 miliar atau 50 persen dari total sumbangan, serta sembako berupa berisi beras, minyak goreng, gula pasir, susu dan bahan pokok lainnya dengan nilai paket Rp 150 ribu dengan jumlah total sebesar Rp 1,05 miliar atau 50 persen dari total sumbangan yang dikumpulkan oleh pegawai Bank Mantap.

Direktur Utama Bank Mantap Josephus K. Triprakoso menjelaskan bahwa penyaluran APD dan paket sembako tersebut dilakukan oleh Kantor Wilayah 1 sampai dengan 5 Bank Mantap diseluruh Indonesia secara bertahap pada periode mulai pekan ke-3 bulan Juni hingga pekan ke-3 bulan Juli

APD tersebut disalurkan kepada Rumah Sakit Umum Daerah dimasing-masing kota pada setiap provinsi sesuai rekomendasi kantor cabang Bank Mantap dan warga yang membutuhkan di masing-masing wilayah. Diharapkan distribusi APD dan sembako tersebut dapat seimbang dari sisi jumlah di masing-masing kota atau kabupaten.

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian sosial Bank Mantap kepada garda terdepan dalam penanggulangan covid-19 yaitu para dokter dan suster serta masyarakat yang terkena dampak langsung akibat Bencana Nasional Non Alam (BNNA) seperti ojek online, warung kelontong dan lain-lain. Semoga aktivitas sosial ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Indonesia,” ungkap Jos.

Josephus menambahkan, program ini juga merupakan CSR yang bekerja sama dengan perusahaan induk Bank Mandiri yaitu program Mandirian Cinta Indonesia dalam penyaluran dana bantuan BNNA covid-19, diharapkan sejalan dengan skenario pemerintah yaitu New Normal, dalam memulihkan ekonomi Indonesia yang menurun akibat pandemi covid-19 dan keinginan perseroan untuk dapat berbagi kebahagiaan bersama para masyarakat dalam bentuk memenuhi kebutuhan pokok.

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Bank Mantap Target Pertumbuhan Kredit 30 Persen di 2020

Ilustrasi bank
Perbesar
Ilustrasi bank (Sumber: Istockphoto)

PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) target pertumbuhan kredit naik 30 persen pada 2020. Pada tahun lalu, perusahaan sukses menyalurkan kredit sekitar Rp 20 triliun.

"Target pertumbuhan kredit (tahun ini) ya sekitar 20-30 persen," ungkap Direktur Utama Bank Mantap Josephus K Triprakoso di Jakarta, Rabu (29/1/2020).

Dia mengatakan, salah satu upaya untuk menggenjot kredit yakni dengan meraih pasar Financial Technology (Fintech). Bank Mantap sendiri bersama Badan Kepegawaian Negara (BKN) pada hari ini baru saja meluncurkan Duit Mikro (Dumi), sebuah aplikasi penyaluran kredit bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) atau PNS.  

"Jadi Dumi ini bisa digunakan oleh para ASN. Begitu juga pensiunannya," sambung Josephus.

Josephus menerangkan, PNS dan pensiunannya memang merupakan kontributor terbesar dalam penyaluran kredit, yakni sekitar 80 persen. Semenrara 20 persen sisa disalurkan untuk pelaku ritel dan usaha mikro.

Pada 2019 lalu, Bank Mantap mampu mencatat rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) di kisaran 0,67 persen. Untuk tahun ini, perseroan masih akan berusaha menjaganya di bawah 1 persen.

"Overall kita inginnya di bawah 1 persen. Enggak lewat dari pencapaian kemarin yang 0,67 persen," tutup Josephus. 

Scroll down untuk melanjutkan membaca

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya