Wika Gedung Cetak Laba Bersih Rp 82,8 Miliar di Kuartal I 2020

Oleh Maulandy Rizki Bayu Kencana pada 10 Jun 2020, 12:30 WIB
Diperbarui 10 Jun 2020, 12:30 WIB
WIKA Gedung Kontraktor Terpilih Garap Sudirman Hill Residence
Perbesar
WIKA Gedung - salah satu anak perusahaan dari PT. Wijaya Karya (Persero), Tbk yang bergerak pada jasa kontraktor - resmi

Liputan6.com, Jakarta - PT Wijaya Karya Bangunan Gedung Tbk atau Wika Gedung meraup laba bersih Rp 82,88 miliar pada kuartal I 2020. Catatan tersebut naik 6,64 persen dari capaian laba bersih di periode yang sama tahun lalu Rp 77,71 miliar. 

Peningkatan laba bersih tersebut ditopang oleh kenaikan pendapatan lainnya pada laba ventura bersama yang meningkat Rp 2,86 miliar atau tumbuh 20,69 persen dari Rp 13,81 miliar pada triwulan I 2019 menjadi Rp 16,67 miliar pada triwulan I 2020. 

Adapun kas dan setara kas per 31 Maret 2020 sebesar Rp 877,04 miliar, total ekuitas senilai Rp 2,24 triliun, dan total aset sebesar Rp 5,96 triliun.

Direktur Utama Nariman Prasetyo menyampaikan, perolehan tersebut didasari komitmen untuk fokus pada peningkatan laba perusahaan.

Salah satunya melalui pengelolaan keuangan terutama biaya dengan baik serta mampu mengendalikan kontrak-kontrak yang diperoleh lewat efisiensi pengendalian secara berjenjang dan sentralisasi.

Menurut dia, wabah pandemi virus corona (Covid-19) telah menyebabkan perlambatan di hampir seluruh sektor usaha di Indonesia, termasuk di bisnis konstruksi gedung yang berimbas pada penurunan dan mundurnya tender-tender di awal tahun ini. 

"Namun bisnis kami saat ini tetap berjalan dan tumbuh karena kami fokus pada pengerjaan proyek-proyek carry over yang telah kami peroleh di tahun sebelumnya," kata Nariman dalam keterangan resminya, Rabu (10/6/2020).

Sebagai catatan, capaian kontrak baru perseroan hingga Mei 2020 mencapai Rp 874,69 miliar. Capaian kontrak baru berasal dari BI Palangkaraya, Gedung Mandiri Denpasar, RS Pertamina Simprug Corona, RS Antam Medika, The Park Mall Kendari (PSA), RSPJ Darurat Corono PT Pertamedika DKI Jakarta, RS Airlangga Surabaya Corona, RS Corona Lamongan, RSCM Darurat Corona RSCM DKI Jakarta, dan Interior Gedung BUMN.

Terkait bisnis modular, Nariman melanjutkan, Wika Gedung pada awal tahun ini mendapatkan penugasan untuk mendukung penuh program pemerintah dalam menanggulangi pandemi Covid-19, yakni dengan membangun Rumah Sakit (RS) Corona.

 

2 dari 3 halaman

Proyek RS untuk Pasien Corona

Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan fasilitas observasi, penampungan, dan karantina untuk pengendalian infeksi penyakit menular, utamanya virus Corona Pulau Galang, Kepulauan Riau. (Dok Kementerian PUPR)
Perbesar
Kementerian PUPR telah menyelesaikan pembangunan fasilitas observasi, penampungan, dan karantina untuk pengendalian infeksi penyakit menular, utamanya virus Corona Pulau Galang, Kepulauan Riau. (Dok Kementerian PUPR)

Adapun sejak awal Maret 2020, Wika Gedung telah membangun beberapa RS rujukan untuk pasien corona, seperti:

- Pusat Observasi dan Karantina Corona Modular serta merenovasi bangsal eks Kamp Pengungsian Vietnam sebagai hunian dokter, perawat dan sarana umum di Pulau Galang, Kepulauan Riau.

- Alih Kelola RS Pertamina Jaya menjadi RS Khusus Covid-19 (Tahap 1) dan RS Lapangan Modular (Tahap 2) Jakarta

- Renovasi RS Penyakit Tropik Infeksi Universitas Airlangga Surabaya

- Renovasi Gedung Kiara RSCM Jakarta

- RS Modular Simprug Jakarta

- RS Corona Lamongan

Nariman menjelaskan, terkait mutu dan waktu pengerjaan, pihaknya berharap dapat memenuhi harapan pemerintah. Menurutnya, hal tersebut lantaran mampu mengaplikasikan teknologi modular yang telah dimiliki melalui modular pembangunan RA dapat dikerjakan sangat cepat dengan mutu lebih baik.

"Selama proses pembangunan, kami tetap komitmen pada protok kesehatan Covid-19 yang mengacu pada Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Nomor 4 tahun 2020, tentang Kriteria Pembatasan Perjalanan Orang dalam Rangka Percepatan Penanganan Corona Virus Disease 2019 (Covid-19), dan Surat Edaran Kepala Dinas Bina Marga DKI Jakarta Nomor 14/SE/2020 tentang Protokol Pencegahan Covid-19 di Proyek Konstruksi," tutupnya.   

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓