Punya Utang Rp 48 Triliun, Erick Thohir Pangkas Jumlah Direksi PTPN

Oleh Liputan6.com pada 09 Jun 2020, 18:35 WIB
Diperbarui 09 Jun 2020, 18:35 WIB
Onderdil Harley Davidson dan Brompton
Perbesar
Menteri BUMN Erick Thohir saat konferensi pers terkait penyelundupan motor Harlery Davidson dan sepeda Brompton menggunakan pesawat baru milik Garuda Indonesia di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (5/12/2019). (merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengatakan, saat ini PT Perkebunan Nusantara (PTPN) tengah dalam kondisi berat. Perusahaan tersebut tercatat memiliki utang sebanyak Rp48 triliun.

"Karena PTPN holding punya total utang Rp 48 triliun. Ini akan saya sampaikan detail untuk program kelanjutan," ujar Erick Thohir saat rapat dengar pendapat dengan DPR, Jakarta, Selasa (9/6).

Akibat adanya utang tersebut, Erick Thohir pun melakukan sejumlah langkah efisiensi. Salah satunya dengan mengurangi sejumlah direksi mulai dari PTPN 1 hingga PTPN 14.

"PTPN dalam kondisi berat, dengan segala hormat kita lakukan efisiensi besar-besaran kemarin banyak sekali PTP 1 hingga14. Jumlah direksi harus kita pangkas, yang bukan holding akhirnya hanya satu direkturnya," jelasnya.

Dia menambahkan, ke depan PTPN akan difokuskan untuk menghasilkan komoditas pangan seperti gula untuk menjamin stok dan harga dalam negeri. Sehingga, Indonesia tak lagi ketergantungan gula impor untuk mencukupi kebutuhan.

"Kita tidak mau hentikan program inti plasma tebu rakyat dan perkebunan lainnya yang juga padat karya. Apalagi saat ini harga bahan pokok khususnya gula mahal, supaya kita jaga jangan sampai anjlok," tandasnya.

Reporter: Anggun P. Situmorang

Sumber: Merdeka.com

2 dari 3 halaman

Erick Thohir Resmi Pangkas BUMN Jadi 107 Perusahaan

Erick Thohir, salah satu Executive Producer Jagat Sinema Bumilangit
Perbesar
Erick Thohir, salah satu Executive Producer Jagat Sinema Bumilangit

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir resmi memangkas jumlah BUMN di Indonesia. Dari sejumlah 142 BUMN, kini tersisa 107 perusahaan.

"Sebagai informasi, dari 142 BUMN sekarang kita bisa mengkategorikan yang namanya BUMN sebanyak 107," ujarnya dalam rapat bersama DPR, Jakarta, Selasa (9/6/2020).

Dia mengatakan, pemerintah masih akan melakukan restrukturisasi hingga mencapai 70 perusahaan. Hal ini dilakukan agar kinerja BUMN semakin baik.

"Ini juga bagian dari kita menyehatkan BUMN dan memperbaiki kondisi internal yang akhirnya menghasilkan kinerja yang kita harapkan dan tentu saat ini situasi Covid-19 tentu saat tepat," katanya.

  

3 dari 3 halaman

Kinerja BUMN di Tengah Covid-19

Hari Ariyanti/Merdeka.com
Perbesar
Ketua Timses Jokowi-Ma'ruf Amin, Erick Thohir dan Arsul Sani mendatangi Bawaslu

Hingga kini, kata Erick Thohir, 90 persen kinerja BUMN terkoreksi akibat pandemi Virus Corona. Sementara yang mampu bertahan hanya sekitar 10 persen.

"Kita tahu 90 persen dari dunia usaha akan terkoreksi, hanya 10 persen saja yang saat ini bisa sustain di industri kesehatan, makanan, teknologi, telekomunikasi dan lainnya," tandasnya.

Lanjutkan Membaca ↓