Tiga Sektor Industri Ini Paling Siap Masuk Era New Normal

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 08 Jun 2020, 20:00 WIB
Diperbarui 08 Jun 2020, 20:00 WIB
Prediksi BI Soal Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun Depan
Perbesar
Pekerja tengah mengerjakan proyek pembangunan gedung bertingkat di Jakarta, Sabtu (15/12). Bank Indonesia (BI) memprediksi pertumbuhan ekonomi pada tahun 2019 mendatang tidak jauh berbeda dari tahun ini. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah mengklaim sektor pertambangan, perkebunan dan konstruksi paling siap dibuka kembali di masa transisi menuju kondisi normal baru atau new normal.

Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan, Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Septian Hario Seto dalam keterangan di Jakarta, Senin, mengatakan pembukaan sektor pertambangan, perkebunan, dan konstruksi akan mempercepat realisasi komitmen investasi di Indonesia.

"Sektor pertambangan adalah salah satu sektor yang dibuka terlebih dahulu oleh pemerintah. Kita juga siapkan sektor konstruksi, sebab sektor ini mendatangkan investasi cukup besar. Ada LRT, kereta cepat Jakarta-Bandung. Kalau proses konstruksinya tidak jalan maka ini bisa menghambat," katanya seperti dikutip dari Antara, Senin (8/6/2020).

Terkait pembukaan kembali sektor pertambangan dan konstruksi, Seto mengatakan kementerian terkait telah menyiapkan protokol kesehatan yang harus diterapkan oleh para pekerja di kedua sektor tersebut.

Namun, pembukaan kembali sektor pertambangan dan konstruksi saat new normal akan dilakukan bertahap sesuai dengan kondisi perkembangan kasus COVID-19 di suatu daerah.

"Kita akan lihat daerah per daerah. Daerah mana yang kasus COVID-19 sudah terkendali. Kita akan mengikuti acuan tersebut," katanya.

 

2 dari 3 halaman

Pengawasan

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2017  Optimis Capai 5,3 Persen
Perbesar
Pemandangan gedung-gedung bertingkat di Ibukota Jakarta, Sabtu (14/1). Hal tersebut tercermin dari perbaikan harga komoditas di pasar global. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Seto berpesan agar setiap pemangku kepentingan di tiap sektor ekonomi secara ketat mengawasi penerapan protokol kesehatan. Hal itu perlu dilakukan agar gelombang kedua penyebaran COVID-19 tidak terjadi di Indonesia.

"Soal pengawasan protokol kesehatan, saya menilai tingkat kedisiplinan masyarakat dalam memakai masker sudah tinggi. Mungkin tinggal physical distancing dan cuci tangan. Nanti tinggal tingkat kedisiplinan sektor usahanya mengingatkan karyawan atau customer yang datang agar mematuhi protokol mereka," ucapnya.

Sebelumnya, Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 mempersilakan sembilan sektor ekonomi untuk dibuka kembali di masa transisi menuju normal baru atau new normal.

Ada pun sembilan sektor yang ditetapkan untuk dibuka kembali meliputi pertambangan, perminyakan, industri, konstruksi, perkebunan, pertanian dan peternakan, perikanan, logistik, dan transportasi barang.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓