Pendaftaran Gelombang IV Kartu Prakerja Kembali Mundur

Oleh Liputan6.com pada 08 Jun 2020, 18:00 WIB
Diperbarui 08 Jun 2020, 18:00 WIB
Kartu Prakerja
Perbesar
Kartu Prakerja

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Prakerja, Denni Puspa Purbasari meminta maaf atas belum terlaksananya pendaftaran gelombang IV program Kartu Prakerja. Sejauh ini, manajamen Kartu Prakerja masih memproses dan melakukan kajian mengenai keberlangsungan program.

"Teman-teman sekalian yang mendengar program ini pertama-tama saya minta maaf dengan segala kerendahan hati meminta maaf bahwa saya ya waktu itu saya mengatakan setelah Lebaran, tetapi saya harus mengatakan bahwa komite saat ini sedang melakukan review bersama dengan lembaga-lembaga pengawas," kata dia dalam diskusi online di Jakarta, Senin (8/6/2020).

Denni mengatakan pihaknya betul-betul ingin memastikan Kartu Prakerja ini bakal menjadi seperti apa yang diharapkan oleh publik dan juga seluruh instansi terkait lainnya. Untuk itu, manajemen masih ingin memperbaiki segala proses pendaftaran terjadi pada sebelumnya.

"Jadi sabar bawa ini sedang berproses nanti juga Insya Allah tidak lama lagi program ke-4 akan dirilis," tandas dia.

 

2 dari 3 halaman

Setelah Lebaran

Kartu Prakerja
Perbesar
CfDS Fisipol UGM melakukan riset tentang Kartu Prakerja

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Manajemen Pelaksana Kartu Prakerja, Denni Purbasari mengatakan, pendaftaran gelombang IV Kartu Prakerja dibuka setelah Hari raya Idul fitri tahun ini, atau tepatnya sehari setelah lebaran yakni 26 Mei 2020. Seperti diketahui, pendaftaran Kartu Prakerja gelombang III ditutup pada Kamis (30/4) lalu.

"Untuk pendaftar gelombang IV InsyaAllah kami akan membuka setelah lebaran," kata Denni dalam Diskusi Online INDEF, Selasa (19/5).

Dia menjelaskan, jumlah pendaftar kartu prakerja sangat tinggi, terlihat saat pembukaan gelombang pertama server dari kartu prakerja sampai terganggu. Dia pun optimis tingginya jumlah pendaftar akan terulang di gelombang ke-IV.

"Sebenarnya kita sudah melihat bahwa dengan jumlah yang registrasi 10,4 juta peserta, dan kemudian rata-rata yang mendaftar antara 1,4 – 2 juta orang, ini bisa saja hal yang sama terulang di batch 4," imbuhnya.

Reporter: Dwi Aditya Putra

Sumber: Merdeka.com

3 dari 3 halaman

Saksikan video pilihan berikut ini:

Lanjutkan Membaca ↓