Rupiah Ditutup Melemah Meski Cadangan Devisa Indonesia Naik

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 08 Jun 2020, 17:30 WIB
Diperbarui 10 Jun 2020, 09:47 WIB
Rupiah Menguat di Level Rp14.264 per Dolar AS
Perbesar
Pekerja menunjukan mata uang Rupiah dan Dolar AS di Jakarta, Rabu (19/6/2019). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) sore ini Rabu (19/6) ditutup menguat sebesar Rp 14.269 per dolar AS atau menguat 56,0 poin (0,39 persen) dari penutupan sebelumnya. (Liputan6.com/Angga Yuniar )

Liputan6.com, Jakarta Nilai tukar (kurs) rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada awal pekan melemah tipis meski cadangan devisa meningkat.

Dikutip dari Bloomberg, rupiah Senin sore ditutup melemah 7 poin atau 0,05 persen menjadi Rp13.885 per dolar AS dari sebelumnya Rp13.878 per dolar AS.

Direktur PT TRFX Garuda Berjangka Ibrahim Assuaibi di Jakarta, Senin, mengatakan dengan banyaknya stimulus dan suku bunga rendah bahkan negatif di berbagai negara, mengakibatkan arus modal asing kembali membanjiri pasar valas dan obligasi di dalam negeri.

"Karena pelaku pasar mencari imbal hasil yang lebih tinggi dan negara yang dianggap aman untuk menginvestasikan dananya serta mendapat rekomendasi dari pemeringkat rating internasional yaitu Moody's Ratings dan Fitch Ratings, sehingga wajar kalau cadangan devisa Indonesia per akhir Mei meningkat," ujar Ibrahim seperti dikutip dari Antara, Senin (8/6/2020).

Bank Indonesia mencatat posisi cadangan devisa pada akhir Mei 2020 yang meningkat menjadi USD 130,5 miliar dibanding bulan sebelumnya sebesar USD 127,9 miliar. Angka tersebut menjadi catatan tertinggi sejak awal tahun ini.

Kemudian, lanjut Ibrahim, seandainya stimulus global terus berlanjut, sangat mungkin cadangan devisa akan meningkat pada bulan-bulan berikutnya. Apalagi didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi domestik yang tetap baik.

"Ini waktu yang tepat untuk melakukan konsolidasi apalagi masa new normal atau transisi sudah diberlakukan, sehingga kepercayaan pasar kembali meningkat dan wajar kalau arus modal asing kembali masuk ke pasar dalam negeri," kata Ibrahim.

 

2 dari 3 halaman

Selanjutnya

Rupiah Menguat Tipis atas Dolar
Perbesar
Petugas bank menghitung uang dollar AS di Jakarta, Jumat (20/10). Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) masih belum beranjak dari level Rp 13.500-an per USD. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Dari eksternal, data tenaga kerja AS dan tingkat pengangguran pada Mei 2020 di luar dugaan mengalami peningkatan dan di luar ekspektasi para analis.

Data penggajian non-pertanian AS per Mei menunjukkan pertambahan jumlah orang yang dipekerjakan di luar sektor pertanian dan pemerintah sebesar 2,5 juta orang.

Padahal sebelumnya para analis memperkirakan terjadi pengurangan sebesar 7,7 juta orang. Sedangkan tingkat pengangguran turun menjadi 13,3 persen dari sebelumnya 14,7 persen.

"Namun positifnya data tenaga kerja tersebut tidak bisa mengangkat penguatan indeks dolar karena secara bersamaan di penjuru negara bagian AS sedang terjadi gelombang demonstrasi yang menjurus kerusuhan akibat isu rasisme, bahkan sudah menyebar ke berbagai negara di dunia," ujar Ibrahim.

Rupiah pada pagi hari dibuka menguat di posisi 13.873 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran 13.873 per dolar AS hingga 3.987 per dolar AS.

Sementara itu kurs tengah Bank Indonesia pada Senin menunjukkan, rupiah menguat menjadi 13.955 per dolar AS dibanding hari sebelumnya di posisi 14.100 per dolar AS.

3 dari 3 halaman

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Lanjutkan Membaca ↓