PSBB Transisi Beri Napas Segar Pengusaha yang Merugi

Oleh Liputan6.com pada 05 Jun 2020, 13:30 WIB
Diperbarui 05 Jun 2020, 13:30 WIB
FOTO: PSBB Hari Terakhir, Begini Suasana Pusat Perbelanjaan di Depok
Perbesar
Warga berbelanja di salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Depok, Jawa Barat, Kamis (4/6/2020). Pembukaan sejumlah mal di Depok akan dilakukan pada 16 Juni 2020, meski PSBB Depok berakhir pada hari ini. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Liputan6.com, Jakarta Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) menyambut baik keputusan pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang memberlakukan masa transisi menuju new normal. Setidaknya kabar ini menjadi angin segar bagi pelaku usaha pusat perbelanjaan atau mal untuk kembali melakukan kegiatan ekonomi.

"Pasti kita sambut gembira PSBB transisi ini. Didalamnya juga kan mengizinkan kembali beroperasinya kegiatan ekonomi," kata Sekretaris Jenderal Aprindo, Solihin saat dihubungi Merdeka.com, Jumat (5/6/2020).

Menurutnya, meskipun PSBB diperpanjang sampai dengan akhir Juni, tapi bulan Juni juga dinyatakan transisi. Imbasnya mal di ibukota buka terbatas terhitung 15 Juni, restoran di area mal bisa buka dengan pembatasan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen, serta semua orang diwajibkan mematuhi protokol kesehatan.

Sehingga aturan ini diyakini dapat membawa dampak positif bagi perekonomian di seluruh Jakarta. Dikarenakan mayoritas pelaku usaha telah mengalami kerugian cukup parah akibat dampak PSBB yang diberlakukan Pemprov DKI sejak Maret 2020.

"PSBB transisi merupakan nafas bagi pelaku usaha yang merugi. Maka kerugian dapat diminimalisir, selama PSBB sebelumnya kan kita (pengusaha)," keluh dia.

 

2 dari 2 halaman

Ekonomi Belum Tentu Pulih

FOTO: PSBB Hari Terakhir, Begini Suasana Pusat Perbelanjaan di Depok
Perbesar
Suasana salah satu pusat perbelanjaan di kawasan Depok, Jawa Barat, Kamis (4/6/2020). Pembukaan sejumlah mal di Depok akan dilakukan pada 16 Juni 2020, meski PSBB Depok berakhir pada hari ini. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Kendati demikian, Solihin mengakui jika PSBB transisi tak serta merta memulihkan perekonomian ibukota dalam waktu singkat. Apalagi sampai saat ini angka penularan covid-19 di DKI masih tergolong tinggi.

Di sisi lain, kata dia, masyarakat juga tengah dihadapkan pada kondisi ekonomi sulit akibat pandemi covid-19. Imbasnya terjadi penurunan daya beli masyarakat yang cukup signifikan.

"Semoga dengan PSBB transisi ini, perlahan tapi pasti roda perekonomian akan kembali menggeliat. Asalkan kita semua tetap kooperatif melaksanakan protokol kesehatan di segala aktivitas," tandasnya.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓