Sempat Tembus Level 5.000, IHSG Malah Ditutup Amblas ke Zona Merah

Oleh Septian Deny pada 04 Jun 2020, 16:13 WIB
Diperbarui 04 Jun 2020, 16:47 WIB
Tiupan Terompet Warnai Penutupan IHSG 2018
Perbesar
Karyawan memantau pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) 2018 di Kantor BEI, Jakarta, Jumat (28/12). Presiden Joko Widodo atau Jokowi menutup langsung perdagangan IHSG 2018. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah pada perdagangan Kamis pekan ini. Meski pada awal perdagangan, IHSG sempat menguat hingga tembus ke level 5.000.

Pada penutupan perdagangan saham, Kamis (4/6/2020), IHSG ditutup turun 24,3 poin atau 0,49 persen ke posisi 4.916,70. Sementara itu, indeks saham LQ45 justru menguat 0,79 persen ke posisi 764,60.

Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 5.014,76 dan terendah 4.899,39.

Sebanyak 201 saham melemah sehingga mendorong IHSG ke zona merah. Sementara 210 saham menguat dan 161 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 877.038 kali dengan volume perdagangan 13,8 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 12,3 triliun.

Investor asing beli saham Rp 1 triliun di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.086.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, tiga sektor menguat diantaranya sektor konstruksi naik 1,25 persen. Kemudian sektor perkebunan yang naik 0,60 persen dan sektor infrastruktur yang naik 0,31 persen.

Sedangkan sektor yang melemah dipimpin oleh sektor aneka industri yang turun 1,5 persen. Kemudian disusul sektor pertambangan yang turun 1,01 persen dan sektor manufaktur turun 0,93 persen.

2 dari 2 halaman

Pergerakan Saham

20170210- IHSG Ditutup Stagnan- Bursa Efek Indonesia-Jakarta- Angga Yuniar
Perbesar
Suasana pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Jumat (10/2). (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham yang melemah antara lain DIVA yang turun 6,99 persen ke Rp 1.065 per lembar saham, VICO melemah 6,93 persen ke Rp 94 per lembar saham dan BYAN turun 6,92 persen ke Rp 13.450 per lembar.

Saham yang menguat diantaranya TECH yang naik 35 persen ke Rp 216 per saham, KBLV naik 23,04 persen ke Rp 470 per saham dan NOBU naik 21,26 persen ke Rp 770 per saham.

Lanjutkan Membaca ↓