Gelar Operasi Pasar Online, PT PPI Kucurkan 5.000 Ton Gula

Oleh Athika Rahma pada 04 Jun 2020, 14:00 WIB
Diperbarui 04 Jun 2020, 14:00 WIB
Operasi Pasar Gula di Pasar Gede Solo
Perbesar
Operasi pasar gula di Pasar Gede itu harga gula dibadnerol cukup murah dibandingkan di pasaran, yakni dengan harga Rp12.500 per kilogram.(Liputan6.com/Fajar Abrori)

Liputan6.com, Jakarta - BUMN bidang perdagangan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PT PPI) kembali menggelar operasi pasar untuk menekan harga gula.

Kali ini, operasi pasar dilakukan di Jawa Timur sebanyak 5.000 ton yang akan didistribusikan secara bertahap untuk menstabilkan harga.

Adapun karena Surabaya kini memasuki masa zona hitam, PT PPI cabang Surabaya berkoordinasi dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur (Disperindag Jatim) menggelar operasi pasar secara online di https://disperindag.jatimprov.go.id/pamor/.

"Kita sudah berkordinasi dengan dinas setempat dan akan terus pantau harga gula di seluruh daerah Jawa Timur, dan secara berkelanjutan memasok gula sesuai permintaan pasar," ujar Corporate Secretary PT PPI Syailendra dalam keterangan yang diterima Liputan6.com, Kamis (4/5/2020).

Pasar Murah Online Mandiri (Pamor) sendiri digelar untuk menyediakan kebutuhan bahan pokok berkualitas dengan harga terjangkau untuk masyarakat. Pamor menyediakan layanan delivery dan drive thru dengan syarat mengisi biodata lengkap dan mengunggah foto KTP.

Dalam kegiatan ini, PT PPI akan memfasilitasi pasokan produk sesuai dengan alokasi kebutuhan konsumsi masyarakat Jawa Timur melalui Gerai Pasar Murah sehingga memberikan alternatif harga kepada masyarakat sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) atau harga pabrikan. Sebagai informasi, saat ini harga gula di wilayah Jatim masih berada di kisaran Rp 15.000 per kg.

Tidak hanya gula, PT PPI juga menyuplai kebutuhan pokok lain seperti beras, minyak goreng, dan sarden. Diharapkan operasi pasar ini dapat berjalan secara optimal, dan kondisi penyebaran Corona di Surabaya berangsur-angsur menjadi zona hijau.

2 dari 3 halaman

Mendag Agus Klaim Harga Gula Sudah Stabil di Rp 12.500 per Kg

Mendag Agus Suparmanto
Perbesar
Mendag Agus Suparmanto melakukan Operasi Pasar Gula Pasir di Pasar Baru Bogor.

Menteri Perdagangan Agus Suparmanto mengatakan, harga gula di pasaran stabil sesuai dengan Harga Eceran Tertingi (HET) Rp 12.500 per kilogram (kg).

“Operasi pasar hari ketiga setelah Lebaran memang melihat aktivitas pasar pada pagi ini sebagian sudah ada yang buka dan operasi pasar setiap hari ke depan untuk mengantisipasi mengenai stabilitas harga gula dan pada hari ini gula dalam operasi pasar dijual dalam Rp12.500,” kata Agus dalam operasi pasar di Pasar Jatinegara Jakarta, Selasa (26/5/2020).

Agus mengatakan, dengan banyaknya pasar yang sudah buka, maka penting untuk menerapkan beberapa hal yang harus dilakukan untuk antisipasi ke depannya supaya bisa tetap menjaga stabilitas harga gula di pasar, dan tentunya menerapkan protokol kesehatan.

“Stok ini cukup hari ini, kita 12 ton untuk per hari ini dan itu akan dilakukan berapa hari kedepan pada dasarnya stok gula aman,” katanya.

Ia mengungkapkan beberapa faktor yang menyebabkan harga gula pasir beberapa waktu lalu yang tinggi di pasaran.

“Faktor yang pertama dengan pandemi covid-19 ini memang distribusi ini sedikit terganggu atau lambat, kedua memang mata rantai distribusi ini panjang, ketiga memang penggilingan ini harusnya April tapi menjadi Juni sehingga kita menambah impor realisasinya bertahap dan juga ada beberapa hal yang baru realisasi pada awal Juni nanti,” ungkapnya.

3 dari 3 halaman

Target Juli

Sementara itu, ketika ditanya lebih lanjut terkait target gula untuk Juni mendatang, ia mengatakan bahwa saat ini pihaknya masih mempersiapkan beberapa tahapan untuk mengatur jadwal penggilingan, yang kemudian disesuaikan dengan pendistribusian ke pasar maupun ritel-ritel.

“Ini kan baru tahapan yang baru masuk, dan Minggu kemarin juga sudah ada yang masuk juga targetnya minggu ini memang seluruhnya sebagian besar harus masuk pada minggu-minggu depan awal bulan Juni dan seterusnya,” ujarnya.

Memang, salah satu alasan mundurnya jadwal penggilingan menjadi salah satu penyebab harga gula tinggi di pasaran. Semula penggilingan dimulai April namun berubah menjadi Juni, sehingga ia menyebut pendistribusian gula akan masuk ke pasar pada bulan Juli.

“Kita juga akan pantau terus, dan operasi pasar ini salah satu untuk menstabilkan harga di luar itu memang agak sulit. Dengan operasi pasar inilah yang kita lakukan terus-menerus dengan Satgas pangan nanti juga akan ada mengenai distribusi pangan ini akan dipantau terus dengan direktorat dan bekerjasama dengan Satgas pangan untuk memantau dan menindak tegas distributor-distributor yang nakal,” tegasnya.

Lanjutkan Membaca ↓