OJK Catat Pembelian Saham di Mei 2020 Capai Rp 8 Triliun

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 04 Jun 2020, 12:37 WIB
Diperbarui 04 Jun 2020, 12:37 WIB
Awal 2019 IHSG
Perbesar
Pengunjung melintas dekat layar monitor pergerakan saham di gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (2/1). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada pembukaan perdagangan saham 2019 menguat 10,4 poin atau 0,16% ke 6.204. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso melaporkan, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Mei 2020 sudah mulai bergerak stabil cenderung menguat di level 4.605-4.847,5.

"Di pasar saham sudah cukup positif. Bahkan hari ini, detik ini kami lihat levelnya, indeksnya 4.996 tadi pagi sudah menembus 5.000. Mudah-mudahan ini akan recover dan normal," kata Wimboh dalam sesi teleconference, Kamis (4/6/2020).

Menurut catatannya, Wimboh menyampaikan, investor asing juga membukukan aksi beli bersih (net buy) senilai Rp 8 triliun sepanjang Mei kemarin.

"Bulan Mei sudah ada net buying sebesar Rp 8 triliun. Di pasar SBN juga ada net buying sebesar Rp 7,07 triliun, itu per Mei kemarin," jelas dia.

Berdasarkan data tersebut, Wimboh menilai situasi pasar modal saat ini sudah mulai kondusif setelah sebelumnya sempat tertekan dalam. Itu terlihat dari pergerakan IHSG yang drop hingga ke level 4.500.

 

2 dari 2 halaman

Dampak Relaksasi Kebijakan

20161110-Hari-ini-IHSG-di-buka-menguat-di-level-5.444,04-AY2
Perbesar
Suasana kantor Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis (10/11). Dari 538 saham yang diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia, 181 saham menguat, 39 saham melemah, 63 saham stagnan, dan sisanya belum diperdagangkan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Kinerja pasar saham yang positif tersebut disebutnya merupakan dampak dari relaksasi kebijakan yang dilakukan di pasar modal. Di antaranya memperpendek rentang auto rejection, dan memperbolehkan aksi buyback tanpa melakukan RUPS.

"Alhamdulilah, sentimen positif sudah mulai hadir. Beberapa minggu terakhir sudah mulai banyak hijaunya. Terakhir indeks sudah mulai 4.900. ini direspons positif, artinya ada skenario agar sektor riil dampaknya minimal," tuturnya.

Lanjutkan Membaca ↓