Bursa AS Tetap Menguat di Tengah Maraknya Aksi Protes

Oleh Nurmayanti pada 04 Jun 2020, 06:19 WIB
Diperbarui 04 Jun 2020, 06:29 WIB
Wall Street Tertekan Kena Imbas Krisis Yunani
Perbesar
Bursa saham AS atau Wall Street.

Liputan6.com, Jakarta Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street berakhir lebih tinggi usai mengalami reli sepanjang hari. Baik S&P 500 dan Nasdaq Composite mencatat kenaikan hari keempat berturut-turut.

Sementara untuk indeks Dow, ini merupakan hari ketiga, dan pertama kalinya indeks ini selesai di atas 26.000 poin sejak awal Maret.

Adapun indeks Dow menguat 2,1 persen, atau 527 poin. Sementara indeks S&P 500 berakhir 1,4 persen lebih tinggi dan Nasdaq Composite naik 0,8 persen.

Melansir laman CNN, sentimen pasar kali ini, didorong laporan ketenagakerjaan ADP di negara tersebut yang jauh lebih baik dari yang diharapkan.

Laporan ini yang menopang harapan bahwa kemungkinan terburuk tentang kondisi pasar tenaga kerja di Amerika akan berakhir usai sangat terpukul dalam imbas Virus Corona.

Kemarin, bursa juga menguat dipicu optimisme seputar pembukaan kembali bisnis membayangi kekhawatiran tentang pandemi global, ketegangan perdagangan AS dan China dan protes nasional. Ekuitas mendapat dorongan ekstra di jam terakhir perdagangan dan ditutup lebih tinggi.

"Terlepas dari beberapa masalah penting mulai dari kerusuhan nasional, hubungan China, pandemi yang berkelanjutan, pasar saham terutama difokuskan pada satu hal: memulai kembali kegiatan ekonomi AS dan global," kata Jim Paulsen, kepala strategi investasi di Leuthold Group, seperti mengutip CNBC.

 

 

 

2 dari 2 halaman

Perdagangan Kemarin

Wall Street Anjlok Setelah Virus Corona Jadi Pandemi
Perbesar
Spesialis Michael Mara (kiri) dan Stephen Naughton berunding saat bekerja di New York Stock Exchange, AS. (AP Photo/Richard Drew)

Saham berjangka AS bergerak datar dalam perdagangan semalam karena Wall Street terus menimbang optimisme atas ekonomi yang muncul dari lockdown akibat virus corona dan aksi protes yang sedang berlangsung.

Dikutip dari laman CNBC, Rabu (3/6/2020), Dow futures turun 15 poin, menunjukkan kerugian 0,1 persen pada pembukaan pada hari Rabu. S&P 500 dan Nasdaq juga datar, menunjukkan kerugian masing-masing 2 poin dan 5 poin.

Pada hari Selasa, saham naik karena optimisme seputar pembukaan kembali bisnis membayangi kekhawatiran tentang pandemi global, ketegangan perdagangan AS dan China dan protes nasional. Ekuitas mendapat dorongan ekstra di jam terakhir perdagangan dan ditutup lebih tinggi.

"Terlepas dari beberapa masalah penting mulai dari kerusuhan nasional, hubungan China, pandemi yang berkelanjutan, pasar saham terutama difokuskan pada satu hal: memulai kembali kegiatan ekonomi AS dan global," Jim Paulsen, kepala strategi investasi di Leuthold Group, mengatakan. CNBC.

Dow Jones Industrial Average naik 267 poin, atau 1,05 persen. S&P 500 juga mencatatkan kenaikan 0,82 persen.

Saham Citigroup, Wells Fargo dan Bank of America semuanya naik setidaknya 0,9 persen. Gap naik 7,7 persen. Southwest naik 2,6 persen. Operator mal dan pusat perbelanjaan melihat kenaikan kuat pada hari Selasa.

Nasdaq Composite tercatat kinerjanya relatif rendah, naik 0,6 persen karena investor fokus pada pembukaan kembali ekonomi.

 

 

Lanjutkan Membaca ↓