IHSG Ditutup di Zona Hijau, Investor Asing Beli Saham Rp 1,5 Triliun

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 03 Jun 2020, 16:06 WIB
Diperbarui 03 Jun 2020, 16:06 WIB
Terjebak di Zona Merah, IHSG Ditutup Naik 3,34 Poin
Perbesar
Layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di BEI, Jakarta, Rabu (16/5). Sejak pagi IHSG terjebak di zona merah. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di zona hijau pada perdagangan Rabu pekan ini. Tercatat, investor borong saham hingga Rp 1,5 triliun di pasar reguler.

Pada penutupan perdagangan saham, Rabu (2/6/2020), IHSG ditutup naik 93,49 poin atau 1,93 persen ke posisi 4.941. Sementara itu, indeks saham LQ45 juga menguat 2,82 persen ke posisi 770,66.

Selama perdagangan, IHSG berada di posisi tertinggi pada level 4.960,07 dan terendah 4.847,52.

Sebanyak 258 saham menguat sehingga mendorong IHSG ke zona hijau. Sementara 150 saham melemah dan 156 saham diam di tempat.

Transaksi perdagangan saham cukup ramai. Total frekuensi perdagangan saham 884.217 kali dengan volume perdagangan 11,3 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 12,9 triliun.

Investor asing beli saham Rp 1,5 triliun di pasar regular. Posisi dolar Amerika Serikat (AS) berada di kisaran Rp 14.115.

Dari 10 sektor pembentuk IHSG, semuanya ada di zona hijau. Penguatan dipimpin sektor perkebunan yang naik 3,21 persen, disusul sektor keuangan yang naik 3,2 persen dan sektor aneka industri yang menguat 2,66 persen.

 

2 dari 2 halaman

Pergerakan Saham

Akhir 2019, IHSG Ditutup Melemah
Perbesar
Pengunjung melintas dilayar pergerakan saham di BEI, Jakarta, Senin (30/12/2019). Pada penutupan IHSG 2019 ditutup melemah cukup signifikan 29,78 (0,47%) ke posisi 6.194.50. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Saham yang menguat diantaranya MLPL yang naik 34,62 persen ke Rp 70 per saham, DPUM naik 27,38 persen ke Rp 107 per saham dan IDPR naik 25 persen ke Rp 155 per saham.

Saham yang melemah antara lain SKRN yang turun 6,96 persen ke Rp 535 per lembar saham, MAYA melemah 6,92 persen ke Rp 6.050 per lembar saham dan ASRM turun 6,91 persen ke Rp 1.685 per lembar saham.

Lanjutkan Membaca ↓