BI Yakin Rupiah Bakal Terus Perkasa

Oleh Liputan6.com pada 03 Jun 2020, 13:25 WIB
Diperbarui 03 Jun 2020, 13:25 WIB
Rupiah Stagnan Terhadap Dolar AS
Perbesar
Teller menunjukkan mata uang rupiah di penukaran uang di Jakarta, Rabu (10/7/2019). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di perdagangan pasar spot hari ini di angka Rp 14.125. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo yakin nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) akan terus menguat di tengah pandemi Corona Covid-29. Bahkan, rupiah diperkirakan bisa menguat hingga di bawah level 14.200 per dolar AS.

"Ini tentu saja peluang ke depan nilai tikar rupiah menguat. Kami masih melihat rupiah di bawah saat ini (14.200 per dolar AS)," kata Perry usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui video conference di Jakarta, Rabu (3/6/2020).

Penguatan rupiah terhadap dolar AS ini karena proses koordinasi yang intens dilakukan oleh BI, Kementerian Keuangan dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku regulator. Mengingat pada April lalu, rupiah sempat menembus level psikologis hingga mencapai level Rp 16.400 per dolar AS.

Di sisi lain, Perry menyebut koordinasi juga meningkatkan citra positif kondisi pasar valuta asing Tanah Air yang sempat terpuruk akibat pandemi covid-19. Imbasnya secara bertahap investor dari dalam dan luar negeri kembali percaya untuk berinvestasi di Indonesia.

Koordinasi sendiri mencakup kebijakan bersifat fiskal dan moneter khususnya di sektor pasar keuangan. Sebab, cara ini diyakini efektif dalam meningkatkan kepercayaan diri para investor domestik maupun asing sehingga mendongkrak rupiah.

"Koordinasi yang kuat antara BI, Kemenkeu, dan OJK untuk stabilitas pasar keuangan berjalan baik di pasar valuta asing. Namun juga pasar Modal dan BSN," tegasnya.

Reporter: Sulaeman

Sumber: Merdeka.com

2 dari 2 halaman

Rupiah Hari Ini

Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Menguat
Perbesar
Teller menghitung mata uang rupiah di bank, Jakarta, Rabu (22/1/2020). Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan penguatan nilai tukar rupiah yang belakangan terjadi terhadap dolar Amerika Serikat sejalan dengan fundamental ekonomi Indonesia dan mekanisme pasar. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada awal perdagangan Rabu pekan ini.

Mengutip Bloomberg, Rabu (3/6/2020), rupiah dibuka di angka 14.232 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.415 per dolar AS. Menjelang siang, rupiah terus bergerak menguat ke 14.475 per dolar AS.

Sejak pagi hingga pukul 10.40 WIB, rupiah bergerak di kisaran 14.195 per dolar AS hingga 14.232 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 2,44 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.245 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.502 per dolar AS.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Rabu, mengatakan pembukaan kembali perekonomian di beberapa negara pandemi dan rencana penerapan normal baru di Indonesia masih akan menjadi sentimen positif penguatan rupiah terhadap dolar AS hari ini.

"Para pelaku pasar seakan tidak mau ketinggalan kereta dan berusaha segera masuk ke aset-aset berisiko untuk mendapatkan yield yang lebih tinggi," ujar Ariston seperti dikutip dari Antara.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by