Siapa Minat, BPS Buka Lowongan 247 Ribu Petugas Sensus

Oleh Liputan6.com pada 02 Jun 2020, 12:50 WIB
Diperbarui 02 Jun 2020, 12:50 WIB
Sensus Penduduk 2020, BPS Gunakan Sistem Online
Perbesar
Petugas BPS menunjukan jumlah masyarakat yang telah melakukan sensus penduduk online di Gedung BPS, Jakarta, Senin (17/2/2020). BPS telah memulai pendataan Sensus Penduduk pada 15 Februari hingga 31 Maret 2020 yang dapat diakses dengan perangkat yang terhubung internet. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto, berencana membuka lowongan sebanyak 247 ribu untuk petugas sensus penduduk tahun ini.

Petugas tersebut nantinya bekerja menyebarkan formulir dan mendata masyarakat yang belum melakukan sensus penduduk secara online.

"BPS akan melakukan penyempurnaan tata kelola. Kita akan merekrut 247 ribu orang yang akan melibatkan pengurus RT," ujar Suhariyanto melalui diskusi online, Jakarta, Selasa (2/6).

Dia mengatakan, sensus tatap muka akan dilakukan apabila Virus Corona berlalu pada September 2020. Petugas nantinya akan mendatangi masyarakat dengan membawa kuesioner didampingi oleh petugas RT setempat.

"Pada September 2020, nanti petugas sensus akan didampingi oleh ketua RT berkeliling ke rumah tangga untuk membagikan kuesioner secara offline. Jadi tidak akan ada wawancara tetapi kita minta masyarakat mengisi kuesioner yang dibagikan dan akan diambil kembali petugas sensus," jelasnya.

2 dari 2 halaman

Sensus Online Hanya Diikuti 51,6 Juta Orang

Sensus Penduduk 2020, BPS Gunakan Sistem Online
Perbesar
Petugas BPS menunjukan jumlah masyarakat yang telah melakukan sensus penduduk online di Gedung BPS, Jakarta, Senin (17/2/2020). BPS telah memulai pendataan Sensus Penduduk pada 15 Februari hingga 31 Maret 2020 yang dapat diakses dengan perangkat yang terhubung internet. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Lebih lanjut, Suhariyanto menjelaskan, sensus penduduk secara online yang diselenggarakan beberapa waktu lalu hanya diikuti oleh 51,6 juta jiwa dari total 270 juta penduduk Indonesia. Jumlah tersebut hanya sekitar 19,05 persen.

"Sensus penduduk online hingga 30 mei 2020 pukul 12.12 diikuti oleh 51,6 juta jiwa yang melakukan sensus online. Dengan mempertimbangkan ini adalah sensus online pertama di Indonesia saya harus bilang bahwa kepedulian masyarakat Indonesia ke data sangat luar biasa," paparnya.

Lanjutkan Membaca ↓