Dikabarkan Terlibat Korupsi Impor Daging, PT PPI Buka Suara

Oleh Athika Rahma pada 02 Jun 2020, 10:40 WIB
Diperbarui 02 Jun 2020, 12:34 WIB
Impor Daging Beku
Perbesar
Pekerja tengah menata daging potong di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Rabu (15/5/2019). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat impor daging beku mengalami peningkatan 24,12 persen selama bulan Ramadan. (Liputan6.com/ Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bidang perdagangan PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI) menyampaikan klarifikasi atas pemberitaan yang menyebutkan bahwa pihaknya terlibat dalam skandal korupsi impor daging 2016.

Dalam pemberitaan sebuah media nasional, Polda Metro Jaya saat ini sedang mengusut dugaan korupsi penjualan daging sapi impor PT PPI dengan kongsinya PT ANSM, yang terjadi pada Oktober 2016 hingga awal 2017. Skandal ini diduga berlangsung sejak di hulu, dan penyelewengan diduga terjadi saat pengajuan kuota dan proses impor karkas sapi.

Direktur Utama PT PPI Fasika Khaerul Zaman menyatakan, saat ini, pihak-pihak yang terseret skandal tersebut sudah tidak menjabat di perusahaan.

"Kami sampaikan bahwa pihak-pihak yang terlibat atas persoalan impor daging pada tahun 2016, tidak lagi menjabat di perusahaan," jelas Fasika dalam keterangan tertulis, Selasa (2/6/2020).

Lanjutnya, PT PPI  juga akan mengikuti prosedur yang berlaku untuk menyelesaikan persoalan ini sampai benar-benar tuntas.

"Perusahaan mengikuti prosedur yang berlaku dan sangat kooperatif untuk apapun yang dibutuhkan pihak berwajib agar persoalan ini dapat diperiksa dalam tingkat penyelidikan maupun nantinya jika sampai pada tingkat penyidikan dapat mengungkapkan fakta-fakta yang sebenarnya," katanya.

 

2 dari 2 halaman

Menjunjung Keterbukaan Informasi

Impor Daging Beku
Perbesar
Pekerja tengah menata daging potong di salah satu pusat perbelanjaan di Jakarta, Rabu (15/5/2019). Total impor meningkat 24,12% secara bulanan atau month to month yang paling besar adalah daging frozen berasal dari India dan AS. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Fasika menegaskan, perusahaan pimpinannya menjunjung tinggi keterbukaan informasi dan memastikan akan terus menjalankan proses bisnis berdasarkan prinsip good corporate governance (GCG) dalam meningkatkan kinerja perusahaan.

"Demi mewujudkan tujuan dan cita-cita perusahaan dalam menstabilkan harga dan menjadi pendukung perekonomian bangsa," ujarnya.

PT PPI sendiri merupakan salah satu BUMN yang bergerak di bidang ekspor, impor, dan distribusi, saat ini fokus pada penjualan komoditi reguler seperti perdagangan pupuk dan pestisida, farmasi dan alat kesehatan, produk konsumsi, bahan bangunan dan alat-alat pertanian.

Adapun komoditi nonreguler yang saat ini sedang berjalan adalah importasi gula yang akan mengisi pasokan kebutuhan gula di seluruh wilayah Indonesia.

Lanjutkan Membaca ↓