Panduan New Normal yang Bisa Diterapkan di Transportasi Umum

Oleh Athika Rahma pada 29 Mei 2020, 11:00 WIB
Diperbarui 29 Mei 2020, 11:00 WIB
Penerapan New Normal, Stasiun MRT Bundaran HI Dijaga TNI
Perbesar
Personil TNI berjaga di Stasiun MRT Bundaraan HI, Jakarta, Selasa (26/5/2020). Pengerahan aparat TNI dan Polri ini akan dilakukan di objek keramaian seperti di tempat lalu lintas masyarakat, mal, pasar tradisional, tempat pariwisata, dan lain-lain. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - New Normal akan menjadi tatanan kehidupan anyar yang bakal segera diterapkan di Indonesia. Nantinya, New Normal akan membuat masyarakat mengubah kebiasaannya dalam berbagai aktivitas, termasuk dalam menggunakan transportasi umum.

Jika New Normal diterapkan, bagaimana protokol yang sebaiknya diterapkan dalam transportasi umum maupun titik berkumpulnya penumpang, supaya penyebaran virus tetap bisa ditekan?

Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) membeberkan beberapa skema yang bisa diterapkan dalam layanan transportasi umum jika New Normal dijalankan, mulai dari di bandara hingga kereta api.

"Hal yang dapat dilakukan dalam penyelenggaraan aktivitas transportasi udara ialah selalu memakai masker, jaga jarak 1,5-2 meter saat antri, dilakukan cek suhu," ujar Pengamat Transportasi dan Ketua Bidang Advokasi dan Kemasyarakatan MTI Pusat Djoko Setijowarno, Jumat (29/5/2020).

Saat berada di pesawat, penumpang duduk dengan menjaga jarak kecuali yang berasal dari 1 rumah atau 1 keluarga. Lalu jika ada yang ke toilet harus meminta izin terlebih dahulu supaya tidak ada antri di depan toilet.

"Lalu dibagikan disinfektan, masker, pembagian makanan sudah di-packing dengan higienis. Supaya higienis, petugas memakai kaus tangan," lanjutnya.

 

2 dari 2 halaman

Pembatasan

Petugas Periksa SIKM Penumpang di Bandara Soetta
Perbesar
Petugas mengecek suhu tubuh penumpang di terminal 3 kedatangan domestik bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Banten, Rabu (27/5/2020). Bandara Soetta memberlakukan Tiga checkpoint di terminal kedatangan salah satunya pemeriksaan SIKM dan doukumen kesehatan. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Tak lupa, pesawat dan bandara harus selalu disemprot dengan disinfektan untuk membunuh kuman dan virus yang mungkin menempel di tempat-tempat umum.

Sementara untuk transportasi lainnya seperti kereta, bus, hingga angkot, penerapannya tidak begitu berbeda. Hanya saja, di bagian ruang kemudi dipasang mika plastik pembatas agar antara penumpang dan pengemudi tidak terjadi kontak fisik.

"Rajin cuci tangan, pakai disinfektan, jangan menyentuh wajah Anda dengan tangan. Jika batuk, tutup dengan lengan, jangan tangan," katanya.

Lanjutkan Membaca ↓