Indef Bikin Survei Soal Kartu Prakerja di Media Sosial, Ini Hasilnya

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 28 Mei 2020, 15:30 WIB
Diperbarui 28 Mei 2020, 15:30 WIB
Kartu Prakerja
Perbesar
Kartu Prakerja

Liputan6.com, Jakarta - Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengadakan penelitian seputar perspektif publik terhadap program Kartu Prakerja di media sosial. Hasilnya, banyak warganet yang memberikan kritik dan masukan untuk program semi bantuan sosial (bansos) saat pandemi virus Corona (Covid-19) tersebut.

Riset tersebut dilakukan di media sosial Twitter dalam rentang waktu antara 13 April 2020 hingga 3 Mei 2020. Penelitian ini melibatkan 130.500 topik perbincangan di laman Twitter, serta 115.200 akun.

Berdasarkan laporan Indef, Kamis (28/5/2020), sebanyak 70,30 persen pengguna Twitter memberikan sentimen negatif terhadap Kartu Prakerja. Sedangkan 29,70 persen sisanya membicarakan hal positif terkait program tersebut.

Beragam cuitan pedas pun muncul sejak pendaftaran gelombang pertama Kartu Prakerja dibuka pada 11 April 2020 lalu. Banyak yang mengatakan bahwa alokasi dana pelatihan sebesar Rp 5,6 triliun tak efektif membantu warga terdampak pandemi Corona.

"Proyek kartu Prakerja ini skandal. 5,6 T uang negara cuma buat begituan di tengah pandemi. Sementara kita patungan tiap hari buat membantu korban terdampak?! Makanya dulu aku heran rang-orang pada tepok tangan salut pas staffsus mundur, lha wong proyeknya sudah dapet, koq?" tulis akun @killthedj yang sudah di-retweet sebanyak 7.300 kali.

Beberapa topik pembicaraan pun muncul guna mengkritik implementasi program Kartu Prakerja. Topik "Kartu Prakerja: Skandal Pencurian Uang Negara menjadi yang paling banyak diperbincangkan di jagat Twitter, yakni sekitar 37 persen.

Topik lainnya yang juga banyak digaungkan antar lain "Stop Pelatihan Kartu Prakerja, Lebih Baik Bantuan Sosial" sebesar 15 persen, dan "Polemik Pelatihan Kartu Prakerja, Tidak Relevan di Masa Pandemi" sekitar 12,5 persen.

2 dari 2 halaman

Penerima Manfaat Kartu Prakerja Tembus 349 Ribu Peserta

Situs Kartu Prakerja.
Perbesar
Situs Kartu Prakerja.

Sebelumnya, jumlah penerima manfaat dalam program Kartu Prakerja hingga Selasa, 26 Mei 2020 telah bertambah menjadi 349 ribu peserta. Adapun peserta yang telah menerima insentif tersebut berasal dari tiga gelombang pendaftaran yang telah dibuka.

"Per kemarin sudah 349 ribu peserta menerima insentif pasca pelatihan pertama," jelas Direktur Kemitraan dan Komunikasi PMO Kartu Prakerja Panji Winanteya Ruky kepada Liputan6.com, pada Rabu 27 Mei 2020. 

Panji menjelaskan, pemberian insentif itu baru dapat dilaksanakan jika peserta yang bersangkutan telah menyelesaikan pelatihan yang tersedia di program Kartu Prakerja.

"Pembayaran insentif juga tergantung dari apakah peserta menuntaskan pelatihan dan memastikan akun rekeninngya ter-KYC," terangnya.

"Jadi per kemarin, data kami menunjukan baru 390 ribu peserta telah menuntaskan pelatihannya," dia menambahkan.

Lanjutkan Membaca ↓