Edhy Prabowo Ajukan Anggaran Stimulus Rp 1,24 Triliun untuk Nelayan

Oleh Tira Santia pada 28 Mei 2020, 13:50 WIB
Diperbarui 28 Mei 2020, 13:50 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo melakukan restocking 50.000 ekor ikan nilem ke Waduk GOR Jakabaring. (Foto: KKP)
Perbesar
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo melakukan restocking 50.000 ekor ikan nilem ke Waduk GOR Jakabaring. (Foto: KKP)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Kelautan dan Perikanan mengajukan stimulus anggaran sebesar Rp1,24 triliun untuk penguatan nelayan budidaya dan nelayan tangkap selama pemberlakuan tatanan normal baru di masa pandemi COVID-19.

"Kami usulkan anggaran stimulus APBN 2020 untuk penguatan nelayan tangkap dan nelayan budidaya Rp1,24 triliun," ujar Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo seperti dikutip dari Antara, Kamis (28/5/2020).

Konferensi pers tersebut dilakukan setelah sebelumnya Presiden menggelar Rapat Terbatas melalui video conference dari Istana Merdeka, Jakarta, Kamis.

Edhy mengatakan total anggaran tersebut diperuntukkan bagi bantuan nelayan Rp413,27 miliar, bantuan pembudidaya Rp406,55 miliar, pengolah dan pemasar Rp36,07 miliar, petambak garam Rp54,1 miliar, pengawasan kapal asing pencuri ikan Rp106,48 miliar dan pengawasan audit internal Rp8 miliar.

Dia menyampaikan stimulus akan dioptimalkan agar kegiatan menangkap ikan di laut oleh nelayan tidak lagi mengalami kesulitan terkait akses masuk laut.

 

2 dari 2 halaman

Budidaya Benih dan Indukan

Lepas Sambut Menteri Kelautan
Perbesar
Edhy Prabowo dalam acara serah terima jabatan (Sertijab) Menteri Kelautan dan Perikanan di Kantor KKP, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Edhy yang merupakan politisi Partai Gerindra menggantikan Susi Pudjiastuti pada Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Sementara bagi pembudidaya benih dan indukan, pemerintah akan membantu pembudidaya di mana pembudidaya juga akan diminta menyiapkan cold storage berbagai ukuran untuk mengantisipasi penyerapan hasil budidaya yang belum sempurna disebabkan pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar di sejumlah daerah.

Lebih jauh Edhy juga meminta adanya penyertaan modal negara kepada sejumlah BUMN untuk bisa menyerap hasil nelayan serta permintaan kepada bank milik negara untuk bisa mengucurkan kredit di sektor tersebut salah satunya budidaya tambak udang.

Lanjutkan Membaca ↓