BCA Cetak Laba Bersih Rp 6,6 Triliun di Kuartal I 2020

Oleh Maulandy Rizki Bayu Kencana pada 27 Mei 2020, 15:29 WIB
Diperbarui 27 Mei 2020, 15:29 WIB
Bank BCA akan turunkan bunga deposito

Liputan6.com, Jakarta - PT Bank Central Asia Tbk (BCA) melaporkan pencapaian kinerja yang solid hingga akhir kuartal I 2020 meski diterpa badai wabah virus corona (Covid-19).

Pada kuartal I 2020, BCA dan entitas anak melaporkan laba bersih konsolidasi sebesar Rp 6,6 triliun atau meningkat 8,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Presiden Direktur BCA Jahja Setiaatmadja mengatakan, posisi permodalan perbankan solid dengan likuiditas yang sehat.

"Sepanjang triwulan I 2020 kami mencatat pertumbuhan kredit yang positif secara triwulanan terutama didukung segmen korporasi, dibandingkan dengan pertumbuhan QoQ yang negatif pada Maret tahun lalu," jelasnya dalam sesi konferensi pers virtual, Rabu (27/5/2020).

Catatan lainnya, Jahja menyampaikan, BCA mencatat pertumbuhan pendapatan operasional yang tinggi sebesar 17,3 persen secara year on year (YoY) menjadi Rp 19,6 triliun.

Per Maret 2020, portofolio kredit Bank tumbuh 12,3 persen YoY menjadi Rp 612,2 triliun. Pertumbuhan tersebut terutama didukung oleh kredit korporasi yang meningkat 25,4 persen YoY menjadi Rp 260,4 triliun.

Sementara itu, kredit komersial dan UKM naik 5,0 persen YoY menjadi Rp 191,2 triliun. Kredit konsumer tumbuh moderat sebesar 3,0 persen YoY menjadi Rp 154,9 triliun sejalan dengan tren pertumbuhan pembelian rumah dan otomotif yang lambat.

Pada segmen kredit konsumer, KPR tumbuh 7,0 persen menjadi Rp 92,5 triliun, KKB turun 2,1 persen YoY menjadi Rp 47,2 triliun, dan outstanding kartu kredit turun 3,7 persen YoY menjadi Rp 12,4 triliun.

 

2 dari 2 halaman

Pembiayaan Syariah

Kantor PT Bank Central Asia Tbk (BCA). saat ini transpormasi digital BCA melalui internet dan mobile banking, dan berbagai aplikasi, fitur, alat pembayaran nontunai.
Kantor PT Bank Central Asia Tbk (BCA). saat ini transpormasi digital BCA melalui internet dan mobile banking, dan berbagai aplikasi, fitur, alat pembayaran nontunai.

Di periode yang sama, pembiayaan Syariah meningkat 19,8 persen YoY menjadi Rp 5,7 triliun. Dari perspektif Sustainable Finance, portofolio pembiayaan untuk kegiatan usaha berbasis lingkungan mencapai Rp 118,6 triliun pada akhir Maret 2020, tumbuh 17,0 persen YoY.

Jahja melanjutkan, dalam kondisi pandemi corona saat ini, pihaknya berkomitmen membantu nasabah yang kompeten dalam melalui situasi ekonomi yang tidak menentu.

"Kami hingga saat ini sedang memproses restrukturisasi kredit kepada nasabah tertentu dalam tiap segmen agar mencapai keberhasilan pemulihan," ujar dia.

Lanjutkan Membaca ↓