Sambut Skenario New Normal, Rupiah Bergerak Menguat

Oleh Septian Deny pada 27 Mei 2020, 10:45 WIB
Diperbarui 27 Mei 2020, 10:45 WIB
Rupiah Stagnan Terhadap Dolar AS
Perbesar
Teller tengah menghitung mata uang dolar AS di penukaran uang di Jakarta, Rabu (10/7/2019). Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) ditutup stagnan di perdagangan pasar spot hari ini di angka Rp 14.125. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada awal perdagangan Rabu pekan ini. Hal ini merespons rencana pemerintah menerapkan skenario kondisi normal baru atau new normal.

Mengutip Bloomberg, Rabu (27/5/2020), rupiah dibuka di angka 14.740 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.755 per dolar AS. Namun menjelang siang, rupiah bergerak melemah ke 14.745 per dolar AS.

Sejak pagi hingga pukul 10.30 WIB, rupiah bergerak di kisaran 14.740 per dolar AS hingga 14.756 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 6,34 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.761 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.774 per dolar AS.

Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, untuk sementara respons pelaku pasar masih cenderung positif terhadap skenario new normal.

"Sejauh ini setiap rencana untuk mengaktifkan kembali perekonomian, ditanggapi positif oleh pasar. Pasar biasanya melakukan antisipasi dulu sebelum pelaksanaannya," ujar Ariston dikutip dari Antara, Rabu (27/5/2020).

Menurut Ariston, rencana pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan diimplementasikannya skenario normal baru, harus memberikan sentimen positif ke rupiah karena ekonomi akan kembali bergerak mendekati normal.

"Namun pasar juga tetap mewaspadai perkembangan wabah di Indonesia yang belum melandai," kata Ariston.

2 dari 2 halaman

Prediksi Pergerakan Rupiah

Nilai Tukar Rupiah
Perbesar
Petugas menghitung mata uang rupiah di gerai penukaran mata uang asing PT Ayu Masagung, Jakarta, Kamis (19/3/2020). Nilai tukar Rupiah pada Kamis (19/3) sore ini bergerak melemah menjadi 15.912 per dolar Amerika Serikat, menyentuh level terlemah sejak krisis 1998. (merdeka.com/Imam Buhori)

Sementara itu di tengah ketegangan hubungan AS dan China, pasar masih akan mendapatkan sentimen positif dari bertambahnya negara yang melonggarkan atau berencana melonggarkan kebijakan lockdown dan kemajuan penemuan vaksin oleh beberapa negara.

"Ketegangan hubungan AS dan China akan menjadi kekhawatiran pasar karena memberikan dampak buruk ke perekonomian global," ujar Ariston.

Ariston memperkirakan rupiah hari ini akan berpotensi menguat ke kisaran Rp14.650 per dolar AS dan resisten Rp14.850 per dolar AS.

Pada Selasa (26/5) rupiah ditutup menguat 45 poin atau 0,31 persen menjadi Rp14.755 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.710 per dolar AS.

Lanjutkan Membaca ↓