Usul MTI Hadapi New Normal Sektor Transportasi

Oleh Pipit Ika Ramadhani pada 21 Mei 2020, 19:30 WIB
Diperbarui 21 Mei 2020, 19:30 WIB
Penertiban PSBB Tidak Pakai Masker

Liputan6.com, Jakarta Pemerintah tengah menyiapkan skenario new normal yang merupakan sebuah tatanan kehidupan baru di tengah pandemi Corona. Namun sebagian besar masyarakat melihat bahwa skenario tersebut merupakan pelonggaran Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).  

Padahal sebenarnya bukan. New Normal lebih kepada menjalani kegiatan dengan tetap berpanduan kepada protokol kesehatan. 

Dalam menyiapkan skenarion new normal tersebut Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) melalui program inovasi IPTEKS siap membantu pemerintah, korporasi dan komunitas untuk menghasilkan solusi lebih cepat, lebih murah, lebih baik untuk Covid-19 pada bidang transpirtasi atau sektor terlait.

"Inovasi diperlukan untuk menghilangkan kontradiksi dengan menjaga tujuan baik sekaligus menghilangkan dampak negatifnya," ujar Peneliti Pusat Studi dan Transportasi Logistik (Pustral) UGM, Dr Arif Wismadi, Kamis (21/5/2020).

Sementara berkaitan dengan new normal, Arif menguraikkan setidaknya ada empat hal yang wajib dipenuhi di eran new normal yaitu right spacing, screening, disenfection, dan digitation.

"Tapi faktaya, industri kita enggak kuat. Kalau dipaksa untuk melakukan right spacing habislah uangnya," kata dia.

Begitu pula dengan screening, disinfection, dan digitation yang menurut Arif juga belum siap. Dana yang dibutuhkan akan sangat besar dan harus sesegera mungkin diimplementasikan jika benar-benar ingin memberlakukan new normal.

Mengatasi situasi ini, Arif membeberkan salah satu strategi yang ada dalam perumusan tim inovasi MTI, yakni menganggap semua orang atau semua benda yang ada di luar rumah telah terkontaminasi Covid-19.

"ini dilakukan untuk berlindung sampai dengan ditemukannya vaksin atau siklus Covid-19 terputus," kata dia. 

 

2 dari 2 halaman

Protokol

FOTO: Ada PSBB, Jumlah Penumpang Angkot di Depok Turun 20 Persen
Angkutan umum melintas di sekitar Terminal Depok, Jawa Barat, Kamis (14/5/2020). Kepala Sub Bagian Tata Usaha Terminal Terpadu Depok Reynold Jhon mengatakan, pengguna angkutan umum di Terminal Terpadu Depok mengalami penurunan 10-20 persen selama pemberlakuan PSBB. (Liputan6.com/Immanuel Antonius)

Kemudian untuk ligkungan pekerja, Arif mrngatakan seharusnya ada protokol simpul transport dan jarak jauh. Diantaranya meliputi personal protective equipment standart untuk Covid-19, seperti ketersediaan masker untuk pekerja.

Menerapkan protokol baru, seperti menjaga kebersihan pribadi, juga protokol untuk makanan dan minuman, seperti jaminan pangan terpenuhi, dan dipastikan steril sebelum layak konsumsi.

"Selain itu, juga termasuk protokol baru untuk sanitasi," tandasya.

Lanjutkan Membaca ↓

Live Streaming

Powered by