BRI Ajak Pasar Tradisional Berjualan Online

Oleh Reza pada 20 Mei 2020, 10:33 WIB
Diperbarui 20 Mei 2020, 10:33 WIB
Bank BRI

Liputan6.com, Jakarta Keberlangsungan pasar tradisional atau pasar basah ditengah Pandemi saat ini tidak seramai kondisi normal. Melihat kondisi tersebut, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk membantu keberlangsungan pasar tradisional dengan memfasilitasi para pedagang pasar berjualan secara online. Nantinya, pasar – pasar tradisional dapat memanfaatkan pengelolaan penjualan online lewat Website Pasar yang difasilitasi oleh BRI. Tak hanya itu, Bank BRI  bersama pengelola pasar juga membantu pengelolaan jasa antar jemput barang kepada pembeli. 

Mekanisme pemasaran pasar tradisional dari penjualan konvensional ke online lewat Web Pasar cukup mudah, yakni pengelola pasar harus bekerja sama dengan BRI. Selanjutnya, BRI Unit terdekat akan mengedukasi para pedagang pasar untuk mengimplementasikan pemasaran secara online via Web Pasar, mekanisme pembayarannya serta pengiriman barang ke pembeli. 

“Dalam mempersiapkan metode ini, BRI akan mengumpulkan data pedagang pasar, pendampingan input data dalam web, serta turut aktif mengkomunikasikan ke masyarakat,” ungkap Direktur Bisnis Mikro Bank BRI, Supari.

Supari menambahkan bahwa BRI membuka luas terkait peluang kerja sama dengan para pengelola pasar. “Mengingat pandemi Covid-19 masih belum terprediksi kapan selesainya, terobosan ini bisa menjadi solusi dalam menghindari kerumunan di pasar,” imbuhnya.

Tidak berhenti sampai disitu, Perseroan juga telah mengenalkan Stroberi (Solusi Transaksi Elektronik BRI) ke pasar – pasar yang ada di berbagai daerah di Indonesia. Aplikasi ini merupakan layanan transaksi elektronik terpadu yang dikhususkan untuk meningkatkan kesejahteraan pelaku UMKM secara berkesinambungan melalui transaksi digital.

Diharapkan dengan tersedianya Website Pasar dan platform Stroberi, BRI dapat memberikan kemudahan layanan dalam jual beli, pencatatan transaksi & inventory management, pengelolaan tagihan, pembayaran tagihan melalui berbagai channel yang disediakan, dan kemudahan monitoring informasi pembayaran tagihan. Dalam jangka panjang hal ini akan mendorong terbentuknya cashless society karena transaksi sudah dilakukan tanpa uang tunai. Selain itu, juga turut mendorong inklusi keuangan bagi pelaku UMKM yang ada di pasar-pasar tradisional.

 

(*)