Holding Perkebunan Nusantara Siapkan Skenario The New Normal

Oleh Liputan6.com pada 18 Mei 2020, 16:53 WIB
Diperbarui 18 Mei 2020, 18:56 WIB
Ilustrasi kebun teh
Perbesar
Ilustrasi kebun teh (sumber: iStockphoto)

Liputan6.com, Jakarta - Holding Perkebunan Nusantara mematuhi dan mendukung arahan Kementerian BUMN terkait antisipasi skenario The New Normal di lingkungan BUMN.

Sebagai langkah awal, PTPN Holding membentuk task force untuk menyusun skenario The New Normal yang nantinya akan diterapkan di 18 anak perusahaan perkebunan di beberapa wilayah Indonesia dengan tetap mengikuti kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di masing-masing daerah.

Dalam surat Nomor: S-336/MBU/05/2020 tanggal 15 Mei 2020, Menteri BUMN menilai peran penting BUMN untuk mendukung Iangkah-langkah strategis pemerintah dalam menanggulangi pandemi Covid-19 dengan mengantisipasi secara lebih dini skenario normalitas baru (The New Normal) pada BUMN dengan membentuk task force penanganan Covid-19.

“Penyusunan protokol The New Normal di lingkungan PTPN Group akan memerhatikan berbagai unsur menyeluruh baik pada aspek sumber daya manusia, cara kerja operasional perusahaan baik proses maupun teknologi, serta dampaknya bagi pelanggan, mitra, dan stakeholders lainnya," kata Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara Mohammad Abdul Ghani di Jakarta, Senin (18/5/2020).

Demikian juga dengan penerapan skenario ini nantinya akan kami lakukan secara prudent dengan memperhatikan berbagai aspek tadi agar tetap memastikan keberlangsungan bisnis sejalan dengan protokol kesehatan,” lanjut dia.

Manajemen Holding Perkebunan Nusantara telah mendukung upaya pemerintah dalam melakukan pencegahan penyebaran Covid-19, baik di lingkungan kerja kantor pusat maupun seluruh anak perusahaan yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia dengan menerapkan protokol kesehatan penanganan Covid-19 yang telah disosialisasikan kepada karyawan termasuk pekerja di kebun atau unit.

“Kami berharap pandemi Covid-19 dapat segera diatasi dan karyawan tetap konsisten dalam menjalankan protokol kesehatan sehingga dapat kembali beraktivitas dan memberikan kontribusi yang besar bagi perekonomian nasional,” jelas Ghani.

2 dari 2 halaman

Pastikan Kesehatan Karyawan

Cerita di balik Kebun Kopi Tulang di Kuburan Belanda
Perbesar
Pohon kopi yang ditanam di areal kompleks kuburan Belanda di Malang tinggal menunggu waktu sebelum dipanen petik merah. Buah kopi nantinya diolah dan diberi merek kopi tulang (Liputan6.com/Zainul Arifin)

Direktur SDM Holding Perkebunan Nusantara Wing Antariksa menambahkan, seluruh perusahaan dalam lingkungan PTPN Group telah menyusun 6 protokol penanganan Covid-19 yang diterapkan pada periode awal merebaknya wabah Covid-19 di Indonesia, dengan proses sosialisasi dan penerapan yang terus dijaga secara konsisten.

Keenam protokol penanganan Covid-19 adalah Protocol Preventif, Protocol Business Continuity, Protocol Curative, Protocol Media Handling, Protocol Support Logistics, dan Hotline Call Information Covid-19 Perkebunan Nusantara Group.

Dalam masa pandemi Covid-19 ini, PTPN Group juga secara rutin memastikan kesehatan karyawan, melakukan penyemprotan disinfektan di lingkungan kantor, area perkebunan, dan pabrik, serta menjaga physical distancing dengan menerapkan kebijakan Work From Home (WFH) yang dilakukan bergantian bagi pekerja kantor.

Kemudian, menerapkan sistem pengawasan masuk satu pintu di area perkebunan dan pabrik, memastikan ketersediaan hand sanitizer yang dapat diakses setiap saat oleh karyawan, melakukan protokol penerimaan tamu yang berkunjung ke perusahaan, mengurangi tatap muka dengan pelanggan dan stakeholders dengan memaksimalkan penggunaan video conference.

Dengan adanya rencana penerapan skenario The New Normal ini, Holding Perkebunan Nusantara bersiap untuk memastikan efektivitas operasional perusahaan dan produktivitas karyawan sampai akhirnya nanti kembali pada skala normal.

“Kami berharap pandemi Covid-19 dapat segera diatasi dan karyawan siap menjalankan protokol sehingga dapat kembali beraktivitas dan memberikan kontribusi yang besar bagi perekonomian nasional,” pungkas Ghani.

Lanjutkan Membaca ↓