Rupiah Berpeluang Menguat Didorong Pelonggaran Lockdown Sejumlah Negara

Oleh Septian Deny pada 18 Mei 2020, 11:15 WIB
Diperbarui 18 Mei 2020, 11:15 WIB
Rupiah Masih Tertahan di Zona Merah
Perbesar
Teller menunjukkan mata uang rupiah di Jakarta, Selasa (15/10/219). Rupiah di pasar spot ditutup di level Rp 14.166 per dolar AS. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan awal pekan ini. Namun demikian, rupiah masih punya peluang untuk kembali menguat.

Mengutip Bloomberg, Senin (18/5/2020), rupiah dibuka di angka 14.855 per dolar AS, menguat jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.860 per dolar AS. Namun menjelang siang, rupiah terkoreksi dengan bergerak melemah ke 14.862 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.855 per dolar AS hingga 14.875 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 7,19 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.909 per dolar AS, melemah jika dibandingkan sebelumnya yang ada di angka 14.885 per dolar AS.

Namun demikian, nilai tukar rupiah pada awal pekan ini masih berpeluang menguat seiring dengan pelonggaran lockdown di sejumlah negara.

Dikutip dari Antara, Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra mengatakan, sentimen positif terlihat kembali masuk ke pasar keuangan pagi ini.

"Pasar menyikapi positif lockdown yang dibuka di beberapa negara seperti di kawasan Eropa, sebagian AS, China, Korsel, Hong Kong, Vietnam, dan lain-lain, seiring dengan berkurangnya jumlah kematian dan jumlah kasus positif di negara pandemi tersebut," ujar Ariston.

2 dari 2 halaman

Sentimen Positif

Nilai Tukar Rupiah
Perbesar
Aktivitas penukaran uang dolar AS di gerai penukaran mata uang asing PT Ayu Masagung, Jakarta, Kamis (19/3/2020). Nilai tukar Rupiah pada Kamis (19/3) sore ini bergerak melemah menjadi 15.912 per dolar Amerika Serikat, menyentuh level terlemah sejak krisis 1998. (merdeka.com/Imam Buhori)

Sentimen positif itu, lanjut Ariston, bisa membantu penguatan rupiah hari ini ke kisaran Rp14.800 per dolar AS hingga Rp14.750 per dolar AS.

Penguatan rupiah terhadap dolar AS juga terbantu oleh stimulus besar yang dikeluarkan oleh Bank Sentral AS The Fed untuk memperbesar likuiditas dolar di pasar. The Fed kurang lebih sudah mengeluarkan 2 triliun dolar AS untuk pembelian obligasi.

Namun demikian, Ariston menilai pasar masih mewaspadai potensi gelombang kedua pandemi pasca pelonggaran lockdown dan memburuknya data-data ekonomi karena wabah yang bisa menekan kembali sentimen positif.

Ariston memperkirakan rupiah hari ini akan bergerak di kisaran Rp14.750 per dolar AS hingga Rp15.000 per dolar AS.

Pada Jumat (15/5) lalu, rupiah ditutup menguat 25 poin atau 0,17 persen menjadi Rp14.860 per dolar AS dari sebelumnya Rp14.885 per dolar AS.

Lanjutkan Membaca ↓