Rupiah Tersungkur Dibayangi Resesi Ekonomi Jangka Panjang

Oleh Septian Deny pada 14 Mei 2020, 10:45 WIB
Diperbarui 14 Mei 2020, 10:45 WIB
Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Menguat
Perbesar
Teller menghitung mata uang rupiah di bank, Jakarta, Rabu (22/1/2020). Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo mengatakan penguatan nilai tukar rupiah yang belakangan terjadi terhadap dolar Amerika Serikat sejalan dengan fundamental ekonomi Indonesia dan mekanisme pasar. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada perdagangan Kamis pekan ini.

Mengutip Bloomberg, Kamis (14/5/2020), rupiah dibuka di angka 14.893 per dolar AS, melemah jika dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang ada di angka 14.865 per dolar AS. Menjelang siang, rupiah terus bergerak melemah ke 14.930 per dolar AS.

Sejak pagi hingga siang hari ini, rupiah bergerak di kisaran 14.891 per dolar AS hingga 14.934 per dolar AS. Jika dihitung dari awal tahun, rupiah melemah 7,67 persen.

Sedangkan berdasarkan Kurs Referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah dipatok di angka 14.946 per dolar AS, melemah jika dibandingkan sebelumnya yang ada di angka 14.887 per dolar AS.

"Sentimen negatif kelihatannya masih membayangi pergerakan pasar setelah Gubernur (Ketua) Bank Sentral AS Jerome Powell mengungkapkan pandangannya bahwa perekonomian masih bisa memburuk ke depannya dan memerlukan stimulus tambahan," kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra dikutip Antara, Kamis (14/5/2020).

Selain itu, lanjut Ariston, Jerome Powell juga menepis dukungan The Fed terhadap suku bunga negatif atau di bawah nol persen.

"Hal di atas bisa mendukung penguatan dolar AS di sesi Asia hari ini sebagai aset safe haven," kata Ariston.

2 dari 2 halaman

Prediksi Pergerakan Rupiah

3 Alasan Kenapa Rabu Kemarin Rupiah Menguat
Perbesar
Ilustrasi dana BLT

Menurut Ariston, rupiah mungkin bisa melemah terhadap dolar AS, namun tekanan terhadap rupiah mungkin tidak besar karena banyak investor masih yakin dengan perekonomian Indonesia terbukti dengan tingginya minat terhadap Surat Utang Negara (SUN)

Ariston memperkirakan rupiah hari ini akan melemah dengan potensi pergerakan di kisaran Rp14.800 per dolar AS sampai Rp15.000 per dolar AS.

Lanjutkan Membaca ↓