Indeks Manufaktur Indonesia Anjlok, Jokowi Minta Menteri Susun Stimulus

Oleh Liputan6.com pada 06 Mei 2020, 13:30 WIB
Diperbarui 06 Mei 2020, 13:30 WIB
Presiden Jokowi saat menghadiri KTT Luar Biasa G20 secara virtual di Istana Bogor, Jawa Barat. (Biro Pers Sekretariat Presiden)

Liputan6.com, Jakarta - Pandemi Corona Covid-19 membuat perekonomian Indonesia terpukul. Permintaan, penawaran serta produksi pun terkena imbas dari wabah yang berasal dari China tersebut. Dampaknya, indeks manufaktur Indonesia (PMI) pada April 2020 merosot tajam dibandingkan dengan negara ASEAN.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi mengatakan, indeks PMI Indonesia berada pada level 27,5. Angka tersebut  lebih rendah dibanding Korsel yang di angka 41,6; Malaysia di level 31,3; Vietnam di angka 32,7; dan Pilipina di level 31,6.

Untuk mengatasi anjoknya indeks manufaktur tersebut, mantan Gubernur DKI Jakarta ini meminta agar para menteri khususnya menteri di bidang ekonomi untuk segera membenahi hal tersebut.

"Ini hati-hati mengenai Indeks Manufaktur Indonesia, agar juga dicarikan solusi dan jalan agar kontraksi ini bisa diperbaiki. Untuk itu saya minta menteri di bidang ekonomi memperhatikan angka-angka yang tadi saya sampaikan secara detail," kata Jokowi melalui siaran telekonference di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (6/5/2020).

Dia meminta kepada jajarannya untuk melihat sektor manufaktur mana saja yang mengalami kontraksi terparah. Sehingga dapat dicarikan stimulus, dan bisa membuat program tepat sasaran. "Bisa mulai merancang skenario recovery pemulihan di setiap sektor atau subsektor," ungkap Jokowi.

 

2 dari 2 halaman

Terendah Sejak 2011

Menteri Kabinet Kerja Jilid I Hadiri Pelantikan Presiden-Wapres
Menteri Keuangan, Sri Mulyani melambaikan tangan saat tiba menghadiri pelantikan Presiden dan Wapres 2019 di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Senayan, Jakarta, Minggu (20/10/2019). Jokowi-Ma'ruf Amin resmi dilantik sebagai Presiden dan Wapres RI periode 2019-2024. (merdeka.com/Iqbal S. Nugroho)

Sebelumnya diketahui Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mencatat bahwa posisi Purchasing Managers Index (PMI) manufaktur Indonesia di April 2020 berada di angka 27,5. Posisi ini merosot tajam dibandingkan dengan bulan Maret sebesar 43,5.

Dia mengatakan, posisi angka tersebut didapat berdasarkan survei dilakukan oleh IHS Market. Di mana, penurunan PMI ke posisi terendah sepanjang survei pada bulan April ini, dipengaruhi oleh penyebaran wabah corona yang berimbas pada penutupan pabrik dan anjloknya permintaan, output, dan permintaan baru.

"Hari ini bahwa kita baru mendapatkan angka untuk PMI Indonesia kita ada di level 27 paling dalam di banding ASEAN," kata dia dalam rapat virtual dengan Badan Anggaran DPR RI, di Jakarta, Senin (4/5).

Bendahara negara ini menambahkan, dengan posisi PMI manufaktur Indonesia sebesar 27 maka menjadi terparah sejak 2011. Posisi Indonesia tidak sendirian nilai PMI di Jepang dan Korea Selatan juga mengalami jatuh cukup mendalam.

"Sektor manufaktur ini harus kita waspadai itu adalah untuk bulan April terutama," kata dia.

Reporter: Intan Umbari Prihatin

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓