Aset Bank BUMN Naik Rp 3.530,87 Triliun hingga Maret 2020

Oleh Liputan6.com pada 30 Apr 2020, 16:00 WIB
Diperbarui 30 Apr 2020, 16:00 WIB
Gedung Kementerian BUMN

Liputan6.com, Jakarta - Direktur Bank BRI Sunarso mengatakan kondisi keuangan Bank Himpunan Negara (Himbara) di tengah pandemi Covid-19 masih terjaga. Hingga bulan Maret 2020 masih menunjukkan angka positif.

"Kondisi keuangan perbankan ini sebenarnya sampai bulan Maret masih menunjukkan angka positif," kata Sunarso dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi VI DPR RI melalui video konferensi, Jakarta, Kamis (30/4).

Secara keseluruhan total aset Himbara sampai dengan bulan Maret 2020 meningkat 7,09 persen atau Rp 3.530,87 triliun. Rinciannya Bank BRI tumbuh 5,82 persen atau Rp 1.287 triliun, Bank Mandiri tumbuh 9,15 persen atau Rp 1.130 triliun, BNI tumbuh 9, 9 persen atau RP 803 triliun dan Bank BTN tumbuh 2,27 persen atau Rp 308 triliun

Kredit Himbara pun secara keseluruhan menunjukkan peningkatan dengan total pertumbuhan 11,03 persen atau RP 2.469,32 triliun. Rinciananya Bank BRI tumbuh 9,38 persen atau Rp 884 triliun, Bank Mandiri tumbuh 14,84 persen atau Rp 786 triliun, BNI tumbuh 11,2 persen atau Rp 545 triliun dan BTN tumbuh 4,59 persen atau Rp 253 triliun.

Begitu juga dengan dana simpanan dari masyarakat yang mengalami pertumbuhan. Total dana simpanan Himbara tumbuh 10,23 persen atau tumbuh Rp 2.611,45 triliun.

Rinciannya, Bank BRI tumbuh 9,81 persen atau RP 978 triliun, Bank Mandiri tumbuh 12,92 persen atau Rp 819 triliun, BNI tumbuh 10 persen atau Rp 591 triliun dan BTN tumbuh 2,73 persen atau Rp 221 triliun.

 

2 dari 2 halaman

Likuiditas Masih Baik

Dirut BRI Sunarso
Pemaparan Kinerja Keuangan Triwulan III Tahun 2019 di Jakarta, Kamis (24/10).

Sunarso menyebut dari data tersebut menunjukkan hingga bulan Maret likuiditas Himbara masih baik. Namun setelah bulan Maret diprediksi kondisinya akan berbeda jauh.

"Tapi nanti memang ke depan kita prediksi bahwa kondisinya cukup jauh dari posisi Maret ini," kata dia.

Artinya akan ada gangguan setelah bulan Maret akibat penyebaran virus corona. Bahkan Sunarso menyebut hal ini sudah mulai terasa. "Memang kalau sekarang sudah mulai terasa, tetapi kinerja keuangan sampai bulan Maret masih tumbuh positif," kata Sunarso mengakhiri.

Lanjutkan Membaca ↓