Wall Street Melemah Menunggu Laporan Keuangan Facebook dkk

Oleh Ilyas Istianur Praditya pada 29 Apr 2020, 06:30 WIB
Diperbarui 29 Apr 2020, 06:30 WIB
Wall Street Anjlok Setelah Virus Corona Jadi Pandemi
Perbesar
Reaksi pialang Michael Gallucci saat bekerja di New York Stock Exchange, Amerika Serikat, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street anjlok pada akhir perdagangan Rabu (11/3/2020) sore waktu setempat setelah WHO menyebut virus corona COVID-19 sebagai pandemi. (AP Photo/Richard Drew)

Liputan6.com, Jakarta - Bursa saham di AS tertekan pada perdagangan Selasa kemarin. Hal ini lantaran sejumlah investor mulai melakukan aksi ambil untung usai kenaikan yang terjadi selama sepekan terakhir.

Dikutip dari CNBC, Rabu (29/4/2020), Dow Jones Industrial Average ditutup 32,23 poin lebih rendah, atau 0,1 persen, pada 24.101,55 untuk menghentikan kenaikan beruntun empat sesi terakhir.

S&P 500 turun 0,5 persen menjadi 2.863,39. Sedangkan Nasdaq Composite turun 1,4 persen menjadi 8.607,73. Ketiga indeks utama naik lebih dari 1 persen pada hari sebelumnya.

Alphabet turun 3 persen menjelang rilis pendapatan terbarunya, yang baru diumumkan usai penutupan. Saham Facebook turun 2,5 persen, Amazon turun 2,6 persen. Saham Netflix turun 4,2 persen sementara Apple melemah 1,6 persen.

"Saya pikir orang menunggu hasil laporan sejumlah perusahaan terknologi tersebut," kata Peter Cardillo, kepala ekonom pasar di Spartan Capital Securities. "Jika hasilnya mengecewakan, maka saham-saham itu dapat menyebabkan pasar lebih rendah," tambahnya.

"Tapi secara umum, pasar saham telah tangguh akhir-akhir ini," kata Cardillo.

 

2 dari 2 halaman

Tren Menguat

Wall Street Anjlok Setelah Virus Corona Jadi Pandemi
Perbesar
Ekspresi pialang Michael Gallucci saat bekerja di New York Stock Exchange, Amerika Serikat, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street jatuh ke zona bearish setelah indeks Dow Jones turun 20,3% dari level tertingginya bulan lalu. (AP Photo/Richard Drew)

Facebook, Microsoft, Amazon dan Apple semuanya dijadwalkan untuk melaporkan penghasilan akhir pekan ini.

Wall Street keluar dari tren penguatan pada hari Senin, dengan Dow ditutup di atas 24.000 untuk pertama kalinya sejak 17 April. Keuntungan Senin menempatkan S&P 500 pada langkah untuk kenaikan satu bulan terbesar sejak 1987 dengan lonjakan 11,4 persen pada April.

Lanjutkan Membaca ↓