BP Batam Ambil Alih Pengelolaan Air Minum dari Swasta

Oleh Ajang Nurdin pada 28 Apr 2020, 15:20 WIB
Diperbarui 28 Apr 2020, 15:20 WIB
Pemerintah Batam mengambil alih pengelolaan air dari PT Adhya Tirta Batam.
Perbesar
Pemerintah Batam mengambil alih pengelolaan air dari PT Adhya Tirta Batam.

Liputan6.com, Jakarta Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas Batam atau BP Batam mengambil alih menglolaan air di kota Batam dari PT Adhya Tirta Batam. Diketahui bahwa kontrak pengelolaan air yang dipegang oleh Adhya Tirta Batam akan berakhir dalam waktu dekat ini.

Kepala BP Batam Ex officio Muhammad Rudi mengatakan, kerja sama antara BP Batam dengan Adhya Tirta Batam telah dimulai sejak 1995. Kerja sama tersebut akan berakhir pada 14 November 2020.

“Untuk tetap menjaga kuantitas dan kualitas pelayanan air minum di Batam, kedua belah pihak telah melakukan pertemuan dan pembahasan yang intensif dan menempatkan kepentingan masyarakat Batam sebagai prioritas utama dalam proses pengambilalihan ini,” kata Rudi, di Pelataran Marketing Center Kantor BP Batam, Selasa (28/4/2020).

Rudi mengatakan, kedua belah pihak sepakat untuk mentaati perjanjian kerja sama tersebut dan akan mengakhiri kerja sama dimaksud pada tanggal 14 November 2020.

Agar pengambilalihan tersebut dapat berjalan dengan lancar, maka BP Batam dan PT Adhya Tirta Batam sepakat untuk membentuk tim bersama.

Sehubungan dengan itu, sambung dia, Adhya Tirta Batam juga telah sepakat memberikan akses seluas-luasnya kepada BP Batam, terhitung sejak 15 Mei 2020.

Diharapkan dengan terbukanya akses dan juga pembentukan tim bersama ini akan membuat proses akuisisi bisa lebih profesional, seksama, cepat, akurat dan akuntabel serta orientasi pengenalan dan transfer knowledge.

“Sesuai dengan perjanjian kedua belah pihak, PT ATB akan menyerahkan kepada BP Batam berupa data dan daftar aset SPAM serta fisik aset SPAM yang dibeli diperoleh selama masa konsesi 25 tahun. Barang ini jadi milik negara," kata Rudi.

Selain itu, katanya, PT ATB juga akan menyerahkan akses seluas-luasnya terhadap fasilitas dan dokumen yang diperlukan dalam rangka pelaksanaan pengakhiran yang terdiri dari tahap orientasi, pelatihan, inspeksi, inventarisasi dan audit dengan maksud memastikan jasa pelayanan yang telah dilakukan sesuai dengan ketentuan perjanjian

 

Tahapan

Tahapan-tahapan dalam pengakhiran ini telah dilakukan secara intensif dengan tahapan sebagai berikut:

a. bulan April 2020, tahap Konsolidasi,

b. 15 Mei 2020, mulai memasuki dalam Operasional SPAM dan data-data karyawan yang ada, serta Tahap Pendataan Aset

c. Juni 2020, tahap transfer data pelanggan,

d. Agustus 2020, tahap perekrutan karyawan (karyawan PT ATB diprioritaskan untuk melamar ke BP Batam, dan proses seleksi juga dilaksanakan di bulan Agustus 2020),

e. September 2020, Sosialisasi ke Pelanggan,

f. Oktober 2020, Tahap Peralihan Status Aset dengan Pencatatan Aset SPAM sebaga BMN,

g. 14 November 2020, Tahap Pengakhiran Konsesi, Serah Terima Sistem Pengelolaan Air Minum dari PT ATB ke BP Batam.

“Untuk itu, dan dalam rangka menjamin kualitas yang tinggi dalam pelayanan ke depan, BP Batam telah melakukan persiapan pengoperasian SPAM Batam yang melibatkan beberapa tenaga profesional yang memiliki kapasitas dan kemampuan/kualifikasi keahlian, serta pengalaman manajerial dalam pengoperasian Sistem Penyediaan Air Minum,” paparnya.

Lanjutkan Membaca ↓