Antisipasi Krisis Pangan, Jokowi Minta Buwas Hitung Stok Beras Nasional

Oleh Liputan6.com pada 28 Apr 2020, 14:50 WIB
Diperbarui 28 Apr 2020, 14:50 WIB
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bersama Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso meninjau gudang beras Bulog Divre DKI Jakarta dan Banten, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (10/1/2019).
Perbesar
Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) bersama Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso meninjau gudang beras Bulog Divre DKI Jakarta dan Banten, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Kamis (10/1/2019).

Liputan6.com, Jakarta - Presiden Joko Widodo atau Joko minta Direktur Utama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) Budi Waseso agar lakukan manajemen pengelolaan beras dengan baik.

Hal tersebut kata Jokowi jadi kunci penting untuk antisipasi mitigasi dan krisis pangan hingga beberapa bulan ke depan saat pandemi Covid-19.

"Sekali lagi kalkulasi secara detail. Hitung betul secara detail mengenai ketersediaan stok, tentu dengan memperhitungkan stok di masyarakat, stok di penggilingan, stok di gudang dan stok di Bulog," kata Jokowi saat memimpin rapat terbatas terkait Lanjutan Pembahasan Antisipasi Kebutuhan Bahan Pokok di Istana Bogor, Jawa Barat, Selasa (28/4).

Jokowi juga berharap pada puncak panen raya bulan April nanti produksi beras meningkat. Dia sudah dapat laporan mencapai 5,62 juta ton. Hasil tersebut sangat baik kata Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut.

"Saya juga minta bulog untuk tetap membeli gabah petani dengan insentif harga yang layak, dengan fleksibilitas yang memadai," ucap Jokowi.

Tidak hanya itu, Jokowi juga minta Bulog dikalkulasi kemungkinan terjadinya kemarau panjang di 2020. Walaupun kata dia prediksi BMKG tidak ada cuaca ekstrem pada tahun ini.

"Namun tetap harus diwaspadai terutama yang berkaitan dengan ketersediaan beras nasional kita," jelas Jokowi.

2 dari 2 halaman

Jaga Produksi Pangan

Stok Beras Hingga Pertengahan Tahun Dipastikan Aman
Perbesar
Dirut Perum Bulog Budi Waseso mengunjungi pergudangan beras Bulog di Kelapa Gading, Jakarta, Kamis (27/2/2020). Jelang Ramadan dan Idul Fitri 2020 Perum Bulog siap mengamankan pasokan beras di seluruh wilayah Indonesia mencapai 1,7 juta ton. (merdeka.com/Imam Buhori)

Kemudian produksi pangan pun tetap harus dijaga dan berjalan normal. Pastikan masyarakat serta petani tidak dirugikan.

"Pastikan juga agar petani juga berproduksi tentu saja dengan menerapkan protokol kesehatan yang baik dan program stimulus ekonomi betul-betul bisa juga menjangkau yang berkaitan dengan produksi beras kita. artinya menjangkau petani kita," ungkap Jokowi.

Reporter: Intan Umbari Prihatin

Sumber: Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓