Banyak Diburu, Harga Emas Pegadaian Naik 21 Sejak Awal Tahun

Oleh Maulandy Rizky Bayu Kencana pada 28 Apr 2020, 10:20 WIB
Diperbarui 28 Apr 2020, 10:20 WIB
Pelayanan Pegadaian Selama covid-19
Perbesar
Warga menerapkan pembatasan jarak (physical distancing) saat hendak menggadaikan barangnya di Kantor Pegadaian, Jakarta, Selasa (21/4/2020). Semenjak pandemi Covid-19, pelayanan pegadaian di tempat itu dipindah sementara ke aula untuk menerapkan jaga jarak dengan orang lain (merdeka.com/Imam Buhori)

Liputan6.com, Jakarta - Sepanjang awal 2020 hingga akhir April ini, harga emas Pegadaian telah mencatat penguatan sebesar 21 persen dan menjadikan logam mulia sebagai salah satu aset safe haven di tengah pandemi virus Corona (Covid-19).

Sekretaris Perusahaan PT Pegadaian (Persero) R Swasono Amoeng Widodo menjelaskan, harga emas pada Januari 2020 masih bertengger di level Rp 700 ribu per gram. Hingga akhirnya pada pekan ini berada di atas Rp 900 ribu per gram, tepatnya 939 ribu per gram pada Senin, 27 April 2020.

"Harga emas yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun seiring kondisi perekonomian global yang tak menentu dan pandemi Corona menjadikan logam mulia sebagai aset safe haven," kata dia dalam pesan tertulis, Selasa (28/4/2020).

Amoeng mengatakan, di tengah kondisi pandemi seperti saat ini banyak masyarakat Indonesia kebingungan untuk memilih menjual atau menyimpan emas mereka. Pasalnya dalam kondisi tak menentu, masyarakat cenderung untuk memilih investasi yang paling aman dengan risiko rendah.

Menurut dia, menabung emas di saat terjadi kenaikan harga emas seperti sekarang merupakan pilihan yang bijak. Hal ini dikarenakan menabung dalam bentuk emas merupakan investasi yang paling menguntungkan dan bersifat likuid (mudah dicairkan).

"Jadi solusinya kalau membutuhkan dana, lebih baik dijaminkan ke lembaga keuangan yang menyediakan skema pinjaman dengan jaminan emas," terangnya.

 

2 dari 2 halaman

5,3 Juta Nasabah

Pelayanan Pegadaian Selama covid-19
Perbesar
Petugas melayani warga yang hendak menggadaikan barangnya di Kantor Pegadaian, Jakarta, Selasa (21/4/2020). Semenjak pandemi Covid-19, pelayanan pegadaian di tempat tersebut dipindah sementara ke aula untuk menerapkan physical distancing atau jaga jarak dengan orang lain. (merdeka.com/Imam Buhori)

Pegadaian mencatat, hingga saat ini ada sekitar 5,3 juta nasabah yang memiliki produk Tabungan Emas per Maret 2020. Jumlah nasabahnya terus bertambah lantaran perseroan selama masa pandemi ini tetap menyediakan layanan transaksi online maupun manual, yakni di 4.115 outlet dan 9.674 agen yang tersebar di seluruh Indonesia

"Kami akan terus mendorong perluasan layanan untuk memberikan akses yang lebih baik bagi masyarakat, baik melalui transaksi secara digital maupun non-digital," pungkas Amoeng.

Lanjutkan Membaca ↓