Upaya Kementan Jaga Produksi Pangan Ditengah Pandemi Corona

Oleh Liputan6.com pada 25 Apr 2020, 21:00 WIB
Diperbarui 25 Apr 2020, 21:00 WIB
Ilustrasi – Petani di Cingebul, Lumbir, Banyumas sedang panen padi. (Liputan6.com/Muhamad Ridlo)
Perbesar
Ilustrasi – Petani di Cingebul, Lumbir, Banyumas sedang panen padi. (Liputan6.com/Muhamad Ridlo)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Pertanian atau Kementan terus berupaya meningkatkan stok pangan guna memenuhi kebutuhan masyarakat yang semakin meningkat di bulan Ramadan. Seperti meningkatkan produksi padi di seluruh wilayah nusantara.

Hal ini mendorong Balai Besar Peramalan Organisme Pengganggu Tumbuhan (BBPOPT) proaktif terhadap kebijakan yang digagas oleh Kementan. Antara lain dengan memberikan informasi yang akurat tentang prediksi dan keadaan serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) PT di lapangan, juga memberikan bimbingan teknis OPT kepada petani padi di Indonesia.

Utamanya BBPOPT memberikan kontribusi nyata dengan memberdayakan lahan sawah (Rice Garden)  seluas 12 ha untuk ditanami padi dan telah dilaksanakan panen pada Jumat (24/4)

"Kami bersyukur di tengah pandemi covid-19 dan meluasnya serangan OPT khususnya Tikus dan Penggerek Batang Padi pada musim tanam ini, kelompok tani binaan yang ada di Karawang dan sekitarnya masih bisa melakukan panen raya. Sehingga produksi pangan harus benar-benar dijaga, harus meningkat," kata Kepala BBPOPT, Enie Tauruslina dikutip melalui siaran pers, Sabtu (25/4/2020).

Enie kemudian berujar saat ini tengah dilakukan panen padi yang dilaksanakan di lahan sawah milik BBPOPT seluas 1,35 ha dari total lahan 12 ha. Bahkan sisa lahan seluas 10,65 ha akan dilakukan panen raya dalam waktu dekat.

 

2 dari 2 halaman

Tahan Serangan Hama

Melihat Petani Kulon Progo Panen Padi Menggunakan Mesin
Perbesar
Petani memanen padi jenis IR 54 menggunakan mesin produk China di Galuh, Kulon Progo, Yogyakarta, Kamis (2/2/2020). Mesin yang disewa seharga Rp 500 ribu untuk memanen padi seluas 1.400 meter persegi itu mengefisienkan waktu, tenaga, dan modal dibandingkan tenaga manusia. (merdeka.com/Arie Basuki)

Terlebih jenis varietas padi yang ditanam di lahan tersebut tahan terhadap serangan hama wereng dengan potensi hasil produksi tinggi yaitu Inpari 32. Alhasil selain produktivitasnya tinggi, Inpari 32 juga digemari petani karena memiliki keunggulan pada rasa.

"Alhamdulillah karena kelebihan varietas tersebut, saat ini para petani sudah banyak yang menanam varietas Inpari 32. Selain tahan wereng dan potensi hasil produksi tinggi, juga rasanya pulen dan enak sehingga bisa diterima dipasaran," jelasnya.

Sementara itu, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berpesan di saat wabah corona berlangsung seluruh keluarga besar Kementan agar selalu menjaga kesehatan dan disiplin dalam menerapkan pola hidup sehat, rajin berolahraga dan banyak memakan makanan yang bergizi.

"Kita juga harus memanfaatkan tanaman herbal untuk menjaga stamina diantaranya jahe, kunyit, sirih, madu dan lain-lain," tandasnya.

Lanjutkan Membaca ↓

Video Pilihan Hari Ini

BERANI BERUBAH: Sayur Online Rezeki Puasa