Wall Street Menguat Seiring Pulihnya Harga Minyak Dunia

Oleh Septian Deny pada 23 Apr 2020, 06:45 WIB
Diperbarui 23 Apr 2020, 06:55 WIB
Wall Street Anjlok Setelah Virus Corona Jadi Pandemi
Perbesar
Director of Trading Floor Operations Fernando Munoz (kanan) saat bekerja dengan pialang Robert Oswald di New York Stock Exchange, AS, Rabu (11/3/2020). Bursa saham Wall Street jatuh ke zona bearish setelah indeks Dow Jones turun 20,3% dari level tertingginya bulan lalu. (AP Photo/Richard Drew)

Liputan6.com, Jakarta Pasar saham Amerika Serikat, Wall Street, naik seiring dengan bangkitnya harga minyak dunia usai mengalami kejatuhan terparah dalam sejarah. Namun disisi lain, klaim tunjangan dari pengangguran di AS terus meningkat akibat dampak virus corona.

Dikutip dari CNBC, Kamis (23/4/2020), Dow Jones Industrial Average naik 456,94 poin, atau 1,99 persen menjadi 23,475,82 selama sesi perdagangan. S&P 500 naik 2,29 persen menjadi 2.799,31 sedangkan Nasdaq Composite ditutup 2,8 persen lebih tinggi pada 8.495,38.

Fluktuasi harga minyak telah membuat pasar gelisah pekan ini karena penurunan permintaan akibat virus corona dan kelebihan pasokan yang terus-menerus membuat tekanan pada harga minyak mentah.

Meskipun minyak mentah West Texas Intermediate turun lebih dari 70 persen dari level tertinggi USD 60 per barel awal tahun ini. Namun bangkitnya harga minyak menenangkan investor yang khawatir bahwa kontrak berjangka dapat jatuh kembali ke wilayah negatif seperti yang mereka lakukan pada Senin lalu.

Kontrak untuk pengiriman Juni ditutup naik 19 persen menjadi USD 13,78 per barel setelah Presiden Donald Trump dalam cuitannya menyatakan bahwa ia menginstruksikan Angkatan Laut Amerika Serikat untuk menembak jatuh dan menghancurkan semua kapal perang Iran jika mereka melecehkan kapal AS di laut. 

2 dari 2 halaman

Klaim Tunjangan di AS

pengangguran-as-140211b.jpg
Perbesar
Ilustrasi pengangguran.

Para pelaku pasar di AS akan mencerna laporan terbaru Departemen Tenaga Kerja tentang klaim pengangguran di mana 4,3 juta pekerja lainnya diperkirakan telah mengajukan tunjangan pekan lalu.

Ini membuat jumlah total pekerja yang mengajukan tunjangan menjadi lebih dari 26 juta sejak negara-negara bagian mulai tutup pada paruh kedua Maret dalam upaya memperlambat virus.

Lanjutkan Membaca ↓