Jasa Marga: Penurunan Pengguna Tol Terjadi Sejak 16 Maret

Oleh Liputan6.com pada 22 Apr 2020, 15:37 WIB
Diperbarui 22 Apr 2020, 15:37 WIB
H-3 Lebaran One Way Masih Diberlakukan
Perbesar
Kendaraan pemudik melintas di ruas jalan tol Batang - Semarang, Jawa Tengah, Minggu (2/6/2019). Memasuki H-3 Lebaran, kepolisian dan pengelola jalan tol masih memberlakukan jalan tol satu arah (One Way) dari Jakarta menuju Semarang yang terpantau ramai lancar. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Pemerintah resmi melarang seluruh masyarakat untuk melakukan perjalanan mudik Idul Fitri 1441 Hijriyah mulai Jumat (24/4). Namun, sebelum diberlakukannya aturan tersebut, PT Jasa Marga Tollroad mencatatkan telah terjadi penurunan signifikan di sejumlah ruas tol dari dan ke wilayah DKI Jakarta.

Division Head Regional Jasa Marga Metropolitan Tollroad, Reza Febriano mengatakan, tren penurunan pengguna jalan tol mulai terjadi sejak 16 Maret 2020. Hal ini berdasarkan data yang dihimpun perusahaannya pada beberapa titik penurunan pengguna jalan tol hingga 35 persen.

"Di gerbang tol Cikampek turun 12 persen sampai 14 persen, sedangkan penurunan trafik sejak 16 Maret 2020 lebih besar lagi di Cikampek Utama turun 27 persen, Cikupa 26 persen dan Ciawi II 35 persen," kata Reza saat menggelar diskusi secara daring bersama YLKI, Rabu (22/4).

Menurut Reza, menurunnya jumlah pengguna di sejumlah jalan tol berimbas pada penurunan pendapatan PT Jasa Marga Tollroad. Tercatat, hingga kini pendapatan dari ruas tol metropolitan menurun drastis sampai 45 persen.

2 dari 2 halaman

Dukung Kebijakan Pemerintah

Sistem Transaksi Jalan Tol Tanpa Henti
Perbesar
Pengendara melintas memasuki gerbang tol transaksi non tunai di pintu masuk tol ruas Tangerang, Banten, Rabu (17/7/2019). Pembayaran tarif tol nantinya akan menggunakan Radio Frequency Identification (RFID) berupa aplikasi FLO yang tertempel pada kendaraan. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Namun, Reza memastikan PT Jasa Marga Tollroad mendukung penuh keputusan pemerintah soal larangan mudik demi memutus mata rantai penyebaran virus covid-19 yang kian masif.

Ini dibuktikan melalui kerja sama dengan Polri untuk membantu aparat kepolisian melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar menunda perjalanan mudik Lebaran 2020.

"Kami siapkan dukungan personil maupun sarana perlengkapan lalu lintas, jadi sifatnya kami mendukung apa yang dijalankan Kepolisian maupun arahan Kementerian Perhubungan untuk mengimbau masyarakat tidak mudik," terangnya.

 

Lanjutkan Membaca ↓