Bio Farma Yakin Bisa Produksi Massal Vaksin Covid-19 di 2021

Oleh Liputan6.com pada 21 Apr 2020, 19:30 WIB
Diperbarui 21 Apr 2020, 19:30 WIB
Kasus Virus Corona Bertambah, Bio Farma Kebut Penemuan Vaksin Anti Covid-19

Liputan6.com, Jakarta Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir menargetkan Indonesia sudah bisa menemukan bibit vaksin Virus Corona pada tahun ini. Sehingga pada tahun 2021, Bio Farma bisa memproduksi massal vaksin anti Covid-19 tersebut.

"Targetnya akhir tahun 2020 ini bibit vaksin itu sudah ditemukan," kata Honesti dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR-RI secara virtual di Jakarta, Selasa (21/4/2020).

Demi mewujudkannya, Bio Farma beserta Kementerian Riset dan Teknologi membuat konsorsium penemuan vaksin Covid-19 Indonesia. Lembaga Eijkman memimpin proyek ini bersama dengan dengan Bio Farma, Balitbangkes dan beberapa universitas.

Dalam proyek ini, semua penemuan swab test akan diolah sedemikian rupa oleh Balitbangkes. Selanjutnya jika bibit Virus Corona sudah ditemukan, akan diserahkan kepada Bio Farma untuk berlanjut ke pembuatan vaksin lalu diproduksi secara massal.

Honesti optimis bisa menemukan vaksinnya dalam waktu singkat. Sebab dalam prosesnya Bio Farma akan menggunakan teknologi biofarmatik.

Teknologi terbaru ini memungkinkan penemuan vaksin dalam waktu 2 tahun. Waktu tercepat dari penemuan antivirus yang biasanya membutuhkan waktu 10-15 tahun. "Dengan adanya teknologi ini mudah-mudahan dalam 2 tahun bisa dibentuk vaksinnya," ungkap Honesti.

Dia pun memiliki target tertentu. "Sehingga di akhir bulan 4 tahun 2021 kita sudah memiliki vaksinnya," sambungnya.

 

2 dari 2 halaman

Kerjasama Internasional

vaksin corona thumbnail
vaksin corona thumbnail

Selain tergabung dalam konsorsium, Bio Farma juga berkoordinasi dengan beberapa lembaga internasional yang melakukan penelitian serupa.

Salah satunya dengan Koalisi Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi atau The Coalition for Epidemic Preparedness Innovations (CEPI). Lembaga yang didirikan oleh Bill Gates yang saat ini sudah melakukan penelitian dan vaksinnya siap untuk uji klinis.

Saat ini pihaknya sudah menjalin komunikasi dengan CEPI agar bisa ikut ambil bagian. Jika semua berjalan dengan baik, diperkirakan pada kuartal ketiga tahun ini, Indonesia sudah mendapatkan stok file terkait jenis virus ini. Sehingga nantinya bisa dikembangkan

"Jadi nanti bisa diproduksi (vaksinnya) untuk diujicobakan ke manusia," kata dia.

Bio Farma juga menjalin kolaborasi dengan China untuk hal yang sama. Saat ini sedang berlangsung komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah negeri tirai bambu itu. Dia berharap hasil koordinasi tersebut bisa membuat Bio Farma memproduksi secara massal anti vaksin dari virus corona.

"Kami sedang koordinasi sama mereka (China) bagaimana pembuatan massalnya bisa dilakukan di Bio Farma," kata Honesti mengakhiri.

 

Lanjutkan Membaca ↓