Naikkan Harga, Menteri Edhy Tindak 22 Perusahaan Pakan Ikan Nakal

Oleh Liputan6.com pada 20 Apr 2020, 20:46 WIB
Diperbarui 20 Apr 2020, 20:50 WIB
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo melakukan restocking 50.000 ekor ikan nilem ke Waduk GOR Jakabaring. (Foto: KKP)
Perbesar
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo melakukan restocking 50.000 ekor ikan nilem ke Waduk GOR Jakabaring. (Foto: KKP)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo mendapat laporan ada 22 perusahaan pakan ikan nakal yang menaikkan harga. Dia berjanji akan menindak tegas pelaku usaha yang menaikkan harga pakan.

"Kami akan melakukan pengawasan di lapangan, kalau ada yang naik akan kami usut, akan kami lakukan langkah-langkah dan prosedur yang kami miliki," kata Edhy dalam siaran pers yang diterima merdeka.com, Jakarta, Senin (20/4).

Edhy menuturkan, selain benih, harga pakan yang terjangkau merupakan hal prinsipil untuk sektor budidaya. Dalam kondisi penyebaran pandemi seperti saat ini, para pelaku usaha harus tetap produktif dan tidak boleh terkendala harga pakan.

Kami ingin minta bapak ibu berpartisipasi untuk harga tidak dulu dinaikkan. Negara sudah berikan insentif fiskal dan pajak," pinta Edhy kepada para pengusaha pakan dalam video konferensi.

Setidaknya hadir 40 perusahaan pakan ikan dalam pertemuan tersebut. Di antaranya PT Cargill Indonesia, Suri Tani Pemuka Group, Central Proteina Prima Group, PT Matahari Sakti, dan PT CJ Feed Group.

Lalu ada PT Gold Coin Indonesia, PT Haida Agriculture Indonesia, PT Wonokoyo Jaya Group, PT Sabas Indonesia, dan PT Mabar Feed Indonesia.

Kemudian PT Citra Mandiri Kencana, PT Havindo Pakan Optima, PT Evergreen Seafer Feed, PT Menteri Nusantara, PT Sekar Golden Harvesta, dan PT Sinta Prima Feedmill.

 

2 dari 2 halaman

Kesepakatan

Lepas Sambut Menteri Kelautan
Perbesar
Edhy Prabowo dalam acara serah terima jabatan (Sertijab) Menteri Kelautan dan Perikanan di Kantor KKP, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Edhy yang merupakan politisi Partai Gerindra menggantikan Susi Pudjiastuti pada Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024. (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Pertemuan tersebut mendapat kesepakatan para pelaku usaha ikan tidak menaikkan harga pakan di tengah pandemi Covid-19.

"Secara prinsip bapak-ibu (perwakilan pengusaha pakan) setuju untuk menunda tidak menaikkan," kata kata Edhy.

Dalam rapat tersebut hadir juga Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Agus meminta para pengusaha pakan sudah memiliki persepsi yang sama dengan pemerintah.

Menurutnya, para pembudidaya harus terus didukung dengan penyediaan harga pakan yang terjangkau. Apalagi melihat tren sektor perikanan budidaya tiap tahun meningkat dengan cukup baik.

Terutama udang Vaname yang masuk salah satu produk ekspor terbesar dari sektor kelautan dan perikanan.

"Pertumbuhan ini tentu harus didukung dengan ketersediaan sumber pakan untuk budidaya," kata dia.

 

Anisyah Al Faqir

Merdeka.com

Lanjutkan Membaca ↓