Boeing Kembali Pekerjakan 27 Ribu Pegawai di Tengah Pandemi Corona

Oleh Athika Rahma pada 20 Apr 2020, 12:15 WIB
Diperbarui 20 Apr 2020, 12:15 WIB
Pesawat Boeing 777X
Perbesar
Pesawat Boeing 777X lepas landas pada penerbangan pertamanya dengan latar belakang Pegunungan Olimpiade di Paine Field, Everett di Washington, Sabtu (25/1/2020). Untuk pertama kalinya, Boeing sukses melakukan ujicoba terbang perdana pesawat jet bermesin ganda terbesar di dunia. (AP/Ted S. Warren)

Liputan6.com, Jakarta - Pabrik pesawat Boeing berencana melanjutkan produksi pesawat mereka di Washington dengan kembali mempekerjakan 27 ribu karyawan.

Keputusan ini beriringan dengan pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyatakan akan membuka kembali operasional industri 1 Mei mendatang.

"Mengikuti beberapa pernyataan di lapangan soal kondisi saat ini, kami mulai membuka kembali area kerja yang sebelumnya telah ditutup," kata CEO Boeing Dave Calhoun, mengutip dari laman New York Times, Senin (20/4/2020).

Secara bertahap, Calhoun menyatakan di surat edarannya kepada para pegawai, akan ada 2.500 pegawai yang dipekerjakan kembali. Kebanyakan dari mereka berkonsentrasi di produksi pertahanan.

Boeing sendiri memiliki 160 ribu pegawai di seluruh dunia, yang mana 66 diantaranya masih terjangkit virus Corona dan 124 orang telah dinyatakan sembuh.

Nantinya, pegawai yang kembali ke area kerja Boeing akan dilengkapi dengan prosedur dan protokol kesehatan yang baru dan lebih ketat, seperti face shield, APD lengkap hingga marka kesehatan.

Meski demikian, Juru Bicara Boeing Charles Bickers menyatakan, para pegawai tidak akan menjalani tes Corona.

 

2 dari 2 halaman

Kembali Produksi 737 Max

Pesawat Boeing 777X
Perbesar
Sebuah pesawat Boeing 777X mendarat setelah penerbangan perdananya di Boeing Field di Seattle,, Sabtu (25/1/2020). Diprediksi bakal mengudara secara resmi pada tahun 2021 mendatang, Boeing 777X bakal bersaing dengan rival tradisionalnya Airbus yang menghadirkan A350-1000. (Jason Redmond / AFP)

Lebih lanjut, para pegawai yang kembali bekerja akan menyelesaikan proyek pesawat tipe 747, 767, 777 dan 787, serta 737 Max yang sempat tertunda beberapa waktu lalu karena insiden kecelakaan yang merenggut ratusan nyawa.

Dalam surat edaran, Calhoun juga mengungkapkan apresiasinya terhadap pemerintahan Trump yang bersedia menggelontorkan dana USD 25 miliar untuk membantu perusahaan membayar pekerja di sektor penerbangan.

"Ketika kita tahu industri penerbangan Amerika sangat kritis, kita harus membuat perencanaan jangka panjang yang baik. Kami harap, pemerintah lain di seluruh dunia bisa mencontoh Amerika dalam mendukung industri penerbangan mereka," katanya.

Lanjutkan Membaca ↓