Penumpang Angkutan Umum Turun Drastis Akibat Corona, MRT Anjlok 94 Persen

Oleh Athika Rahma pada 20 Apr 2020, 08:30 WIB
Diperbarui 20 Apr 2020, 08:30 WIB
Penumpang MRT Wajib Pakai Masker
Perbesar
Calon penumpang mengenakan masker saat menunggu datangnya kereta di Stasiun MRT Lebak Bulus, Jakarta, Senin (6/4/2020). PT MRT Jakarta tak akan menerima penumpang tanpa menggunakan masker seusai seruan Gubernur DKI Anies Baswedan untuk mencegah penyebaran virus Corona (Liputan6.com/Herman Zakharia)

Liputan6.com, Jakarta - Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek Kementerian Perhubungan Polana B Pramesti menyatakan, jumlah penumpang angkutan umum di masa pandemi Corona turun drastis.

Hal ini dikarenakan pemerintah sudah menerapkan pembatasan transportasi sejak Maret lalu sehingga beragam moda mulai dari Transjakarta hingga MRT mengalami penurunan penumpang.

"Dalam beberapa waktu terakhir kami sangat intensif melakukan rapat koordinasi dengan Dishub Se-Jabodetabek, dan hasil pantauan lapangan mereka, pengguna angkutan umum cenderung menurun," kata Polana dalam keterangannya, Senin (20/4/2020).

Adapun per tanggal 15 April 2020, penumpang Transjakarta turun 34,52 persen hanya berkisar 83 ribu orang per hari dari yang sebelumnya 840 ribu orang per hari.

Lalu untuk MRT, penurunan penumpang didata mencapai 94,11 persen dari yang awalnya 85 ribu orang per hari menjadi hanya 5 ribu orang per hari saja.

2 dari 2 halaman

KRL

Rata-rata pasien positif terinfeksi virus corona COVID-19 yang berasal dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat lantaran tertular di KRL.
Perbesar
Rata-rata pasien positif terinfeksi virus corona COVID-19 yang berasal dari Kabupaten Bogor, Jawa Barat lantaran tertular di KRL.

Untuk KRL, penyusutan penumpang mencapai 78,69 persen, dari yang semula 859 ribu orang menjadi hanya sebanyak 183 ribu orang. Sementara untuk LRT terjadi penurunan 93,05 persen dari 3.800 orang per hari menjadi 264 orang per hari.

Sampai dengan saat ini belum diperoleh data volume penumpang angkutan umum di luar DKI Jakarta dalam wilayah Jabodetabek. Namun dengan adanya pengurangan jumlah penumpang angkutan umum massal tersebut dengan sendirinya juga akan mengurangi jumlah penumpang-yang diangkut oleh feeder-feeder di masing-masing wilayah.

Hal yang sama terjadi pada bus AKAP, dimana terjadi penurunan penumpang dari kedatangan maupun keberangkatan berkisar 8 hingga 83 persen di Terminal Baranangsiang Bogor, Terminal Pondok Cabe Tangerang, Terminal Jatijajar Depok dan Terminal Poris Plawad Tangerang.

Lanjutkan Membaca ↓