Tiket Pesawat Bakal Naik Lagi Agar Masyarakat Tak Jalan-Jalan

Oleh Athika Rahma pada 15 Apr 2020, 12:10 WIB
Diperbarui 15 Apr 2020, 12:10 WIB
Ilustrasi tiket pesawat
Perbesar
Ilustrasi tiket pesawat (Liputan6.com/Andri Wiranuari)

Liputan6.com, Jakarta - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) berencana menaikkan harga tiket pesawat di tengah pandemi Corona. Wacana ini disampaikan beriringan dengan penerapan Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) No. 18 tahun 2020.

Sebelumnya, Menteri Perhubungan ad interim Luhut Binsar Panjaitan menyatakan wacana penyesuaian tarif tersebut direncanakan agar masyarakat tidak bepergian ke luar Jakarta.

"Ya memang kan supaya nggak ada yang keluar dari Jakarta, kuota juga sudah ditetapkan kan 50 persen," ujarnya Selasa (14/4/2020) kemarin.

Adapun dalam keterangan resminya, Direktur Jenderal Perhubungan Udara Novie Riyanto menyatakan, Kemenhub saat ini tengah mengatur pembatasan jumlah penumpang pesawat yaitu 50 persen (maksimal), penerapan jaga jarak fisik serta penyesuaian kembali harga tiket pesawat tersebut.

"Tentu akan ada penyesuaian kembali terkait dengan tarif batas atas. Aturan tersebut akan segera difinalisasi," kata Novie sebagaimana ditulis Rabu (15/4/2020).

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Sesuai Protikol Kesehatan

Penumpang Pesawat di Bandara Halim Perdanakusuma
Perbesar
Calon penumpang memasuki pintu keberangkatan di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (13/2). Jumlah penumpang di jalur penerbangan domestik Bandara Halim menurun sebesar 18,38 persen sejak kenaikan harga tiket pesawat. (Merdeka.com/Iqbal S Nugroho)

Untuk saat ini, angkutan penerbangan akan beroperasi penuh untuk logistik dan kebutuhan bahan pokok pangan, infectious substance serta pasokan obat. Dirinya juga memastikan agar penerbangan selalu mematuhi mekanisme yang telah dipersiapkan.

"Untuk transportasi udara, kami akan memastikan bahwa penerbangan akan comply terhadap protokol kesehatan yang berlaku," katanya.

 

Lanjutkan Membaca ↓