Wall Street Merosot Akibat Ketakutan Investor akan Jatuhnya Pasar Saham AS

Oleh Septian Deny pada 08 Apr 2020, 07:30 WIB
Diperbarui 08 Apr 2020, 07:30 WIB
Wall Street Tertekan Kena Imbas Krisis Yunani

Liputan6.com, Jakarta - Saham-saham di Wall Street ditutup lebih rendah pada akhir perdagangan Selasa (Rabu waktu Jakarta), karena momentum pasar menurun pada akhir sesi.

Penguapan sebuah reli pada pada menit-menit jelang penutupan menunjukkan bahwa banyak investor takut pasar saham AS terancam jatuh kembali karena ketidakpastian seputar pandemi Virus Corona.

Dikutip dari Antara, Indeks Dow Jones Industrial Average turun 26,13 poin atau 0,12 persen dan ditutup di level 22.653,86 poin. Indeks S&P 500 turun 4,27 poin atau 0,16 persen, menjadi berakhir di 2.659,41 poin. Indeks Komposit Nasdaq ditutup turun 25,98 poin atau 0,33 persen, menjadi 7.887,26 poin.

Dipicu oleh tanda-tanda awal dari wabah mulai stabil di beberapa titik panas AS, termasuk negara bagian New York, S&P 500 diperdagangkan naik 3,5 persen selama sesi, hanya untuk kehilangan kekuatan tajam pada sore hari dan berakhir turun 0,16 persen. Namun, indeks tetap naik 19 persen dari level terendah 23 Maret.

Sebagian besar pemulihan Wall Street baru-baru ini adalah berkat paket stimulus 2 triliun yang bertujuan merangsang ekonomi karena banyak negara berhibernasi untuk memperlambat penyebaran Virus Corona.

Namun, banyak investor tetap skeptis bahwa kenaikan Wall Street baru-baru ini merupakan awal dari pemulihan berkelanjutan.

Scott Wren, Ahli Strategi Ekuitas Global Senior di Wells Fargo Investment Institute di St. Louis, adalah di antara banyak investor yang skeptis tentang kekokohan reli baru-baru ini.

"Anda masih rentan. Katakanlah berita virus berubah menjadi lebih buruk. Pasar tidak akan menyukainya. Atau pemerintah tidak bisa mendapatkan stimulus fiskal ke tangan bisnis dengan cukup cepat, itu akan menjadi masalah," Wren memperingatkan seperti dikutip oleh Reuters.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Dampak Virus Corona

Minim APD, Puluhan Perawat Corona di New York Turun ke Jalan
Puluhan perawat yang menangani pasien virus Corona (COVID-19) berdemo di luar sebuah rumah sakit di New York, Amerika Serikat (AS)(2/4/2020). Di kota ini pasien corona nyaris 100 ribu dengan 2.300 orang meninggal dunia. (AP/Bebeto Matthews)

Di sisi data, kepercayaan pemilik usaha kecil terhadap ekonomi AS turun paling besar pada Maret ketika wabah virus corona menghancurkan perekonomian, menurut Federasi Nasional Bisnis Independen (NFIB).

Indeks Optimisme Bisnis Kecil NFIB turun 8,1 poin pada Maret menjadi 96,4, penurunan bulanan terbesar dalam sejarah survei, kelompok itu mengatakan Selasa (7/4/2020) dalam sebuah laporan.

Investor juga mencerna berita terbaru tentang pandemi COVID-19. Pada Selasa sore (7/4/2020), lebih dari 386.000 kasus yang dikonfirmasi telah dilaporkan di Amerika Serikat, dengan 12.285 kematian, menurut data dari Pusat Sains dan Teknik Sistem (CSSE) di Universitas Johns Hopkins.

Tiga indeks utama Wall Street ditutup melonjak lebih dari tujuh persen pada Senin (6/4/2020), setelah penurunan jumlah kematian harian di New York, pusat Virus Corona terbesar di Amerika Serikat, memicu optimisme pendataran kurva dari pandemi semakin dekat.

Lanjutkan Membaca ↓