PMI Siapkan Program 1 Juta Hygiene Pack Guna Bantu Penanganan Corona

Oleh Liputan6.com pada 07 Apr 2020, 14:48 WIB
Diperbarui 07 Apr 2020, 14:48 WIB
Gudang Darurat  Penanganan Covid-19 PMI Mulai Beroperasi
Perbesar
Petugas PMI beraktivitas di Gudang Darurat Pencegahan COVID-19, Jakarta, Kamis (26/3/2020). PMI mendistribusikan logistik penanganan COVID-19, seperti masker, cairan disinfektan, APD, mesin genset dan lainnya ke seluruh wilayah di Indonesia melalui gudang tersebut. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Liputan6.com, Jakarta - Palang Merah Indonesi (PMI) berkolaborasi dengan para mitra siapkan bantuan 1 juta Hygiene Pack untuk membantu masyarakat tidak mampu di berbagai wilayah dalam membantu upaya penanggulangan Covid-19 di Indonesia.

Sekretaris Jenderal PMI Pusat Sudirman Said mengungkapkan bahwa PMI adalah organisasi kemanusiaan yang memberikan pelayanan berkualitas melalui kerjasama dengan masyarakat dan para mitranya, sesuai dengan prinsip-prinsip dasar gerakan Palang Merah. Salah satu kolabarasi dalam program ini yakni dengan Kampus Universitas Paramadina.

Sudirman menjelaskan salah satu program PMI dalam situasi saat ini adalah mengajak masyarakat dan mitra untuk berkolaborasi salah satunya dengan Universitas Paramadina menjadi Hub Program Kemanusiaan 1 Juta Hygiene Pack untuk masyarakat tidak mampu di berbagai wilayah di Indonesia.

Selain penyediaan lokasi kampus, Paramadina juga menggerakkan relawan dari dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa serta masyarakat yang berdomisili sekitar kampus yang memiliki hubungan baik dengan kampus dalam program kemanusiaan bersama PMI.

Menurut Sudirman Said yang pernah menjabat sebagai Rektor Universitas Paramadina periode 2005-2006, kerja sama dengan Universitas Paramadina ini akan menjadi pilot project yang akan diduplikasi di beberapa lokasi lainnya, dan jaringan yang terbentuk dalam program simultan ini akan dikembangkan untuk program-program bantuan kemanusiaan lainnya.

“Dan sesuai amanah M. Jusuf Kalla, Universitas Paramadina sebagai salah satu mitra dan tetangga terdekat dari PMI, jangan lupa diikutsertakan,” kata Sudirman dalam keterangannya di Jakarta.

Rektor Universitas Paramadina Prof. Firmanzah Ph.D menjelaskan pihaknya menyambut baik ajakan PMI untuk bekerjasama dalam program kemanusian tersebut. Program ini menjadi bagian dari kerjasama Universitas Paramadina dan PMI yang kesekian kalinya.

“Kampus Paramadina siap menjadi Hub Program Kemanusiaan 1 Juta Hygiene Pack PMI. Kolaborasi Universitas Paramadina dengan PMI segera direalisasikan untuk program kemanusiaan ini,” kata Firmanzah.

 

**Ayo berdonasi untuk perlengkapan medis tenaga kesehatan melawan Virus Corona COVID-19 dengan klik tautan ini.

2 dari 2 halaman

Proses Penyiapan Hygiene Pack

Gudang Darurat  Penanganan Covid-19 PMI Mulai Beroperasi
Perbesar
Petugas PMI beraktivitas di Gudang Darurat Pencegahan COVID-19, Jakarta, Kamis (26/3/2020). PMI mendistribusikan logistik penanganan COVID-19, seperti masker, cairan disinfektan, APD, mesin genset dan lainnya ke seluruh wilayah di Indonesia melalui gudang tersebut. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Universitas Paramadina menyediakan tempat untuk penyimpanan paket hygiene pack yang mulai didatangkan PMI pada Sabtu, 4 April 2020 lalu, sekaligus menyediakan ruangan untuk pengemasan hygiene pack, dengan tetap memperhatikan aturan yang berlaku saat ini, menjaga physical distancing.

Sementara proses rekruitmen relawan terbuka untuk dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa, dan masyarakat yang berdomisili di sekitar kampus Paramadina, mendapat respon yang cukup baik. Jadwal kehadiran setiap relawan untuk bertugas, dibatasi hanya sekali dalam seminggu.

Kegiatan pengemasan untuk hygiene pack direncanakan terdiri dari masker, sabun, hand sanitizer, jika memungkinkan minuman dan vitamin, dimulai Senin 7 April 2020, pukul 09.00 15.00 WIB setiap harinya di Universitas Paramadina, Jl. Gatot Subroto Kav. 97, Mampang, Jakarta Selatan.

Menurut Sudirman Said, Pramuka sebagai mitra PMI juga ikut membantu Universitas Paramadina, dalam kegiatan pengemasan hygiene pack.

Relawan ke kampus, wajib mengikuti protokoler yang telah diatur oleh PMI, yaitu pemeriksaan suhu tubuh sebelum memasuki gerbang kampus Paramadina, penggunaan masker, mencuci tangan dengan sabun, penggunaan sarung tangan, serta menjaga physical distancing selama proses pengemasan hygiene pack di dalam ruangan, dan ketika berada di sekitar kampus.

Hari pertama pelaksanaan pengemasan hygiene pack di Universitas Paramadina, Ketua Umum PMI M. Jusuf Kalla dan Sekjen PMI Sudirman Said menyempatkan diri berkunjung ke Universitas Paramadina untuk memantau pelaksanaan program kemanusiaan hygiene pack Penanggulangan Covid-19 Palang Merah Indonesia.

"Semoga upaya Universitas Paramadina dalam program kemanusiaan ini berjalan dengan sukses, dan dapat membantu pemerintah dalam upaya menanggulangi Pandemi COVID-19," ujar Firmanzah.

Lanjutkan Membaca ↓